RADAR BOGOR – Pertandingan final sepak bola tarkam atau antar kampung bertajuk Kades Cup Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, diwarnai kericuhan. Sejumlah penonton terlibat baku hantam, bahkan salah seorang pemain menjadi sasaran serangan.
Peristiwa tersebut terjadi setelah pertandingan final yang mempertemukan Ruwag FC sebagai tuan rumah dengan RW 01 berakhir, Minggu, 20 September 2026.
Kapolsek Klapanunggal AKP Asep Saifurrohman mengatakan tensi pertandingan sudah memanas sejak laga berlangsung.
“Pertandingan diwarnai aksi dari para pendukung masing-masing berupa teriakan dan yel yel dan sesekali makian kepada wasit,” ujar AKP Asep kepada Radar Bogor, Senin, 21 September 2026.
Selain itu, lanjutnya, aksi selebrasi yang dilakukan sejumlah pemain juga sempat memancing reaksi dari pendukung tim lawan.
Baca Juga: Viral Video A Day in My Live di Leuwiliang Bogor, Polisi Ungkap 2 Pelaku Produksi 20 Konten Asusila
“Setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai, para penonton tumpah ke lapangan. Ada yang euforia kemenangan, ada yang menyerang pendukung lawan, namun ada juga yang menyerang pemain seperti dalam video,” katanya.
Dalam video yang beredar, terlihat kerumunan penonton masuk ke lapangan dan terjadi aksi saling dorong hingga baku hantam, salah seorang pemain juga terlihat menjadi sasaran serangan dari penonton.
Ia menambahkan, petugas keamanan yang berada di lokasi langsung berupaya membubarkan massa dan meredakan ketegangan.
"Aparat keamanan terdiri polri dan TNI bersama Pemuda Panca Marga serta Linmas dan official berupaya meredakan ketegangan dan bentrokan dan akhirnya kondisi kembali kondusif," tandasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati