Soal Aksi HPPMI dan Pemuda Lira di BPN, Plh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Bilang Begini

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:24 WIB
Plh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Wendi Isnawan saat menyampaikan keterangan. (Dok. I Wendi Isnawan)
Plh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Wendi Isnawan saat menyampaikan keterangan. (Dok. I Wendi Isnawan)
RADAR BOGOR - Plh Kepala Kantor Badan Pertanahan Kabupaten (BPN) Kabupaten Bogor menanggapi terkait aksi damai sejumlah warga di depan Kantor BPN Kabupaten Bogor I.

Plh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Wendi Isnawan menyampaikan pihaknya menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Kami sangat hormati apa yang disampaikan teman-teman dari puluhan masa aksi, Insyaallah akan kami tampung dan kami jadikan sebagai bahan untuk perbaikan pelayanan kedepan bagi masyarakat Kabupaten Bogor," ujar Wendi Senin, 21 September 2026.

Wendi menegaskan meski sempat terjadi aksi damai di Kantor BPN, tetapi ia memastikan untuk pelayanan publik kepada masyarakat di Kantor BPN Kabupaten Bogor I tetap berjalan normal.

Baca Juga: Dari Kepepet Jadi Wadah Pemberdayaan, Clean Sheet Berdayakan Hampir 500 Pemuda

"Komitmen kami berupaya untuk melakukan perbaikan semua tata kelola layanan di Kantah Bogor I serta memberikan pelayanan secara maksimal bagi masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dan Pemuda Lira menggelar syukuran di depan Kantor BPN Kabupaten Bogor I.

Tasyakuran dilaksanakan mulai dari tahlil bersama, potong tumpeng, sembelih kambing, membakar sate hingga acara tradisional kesenian sunda ruwatan.

Ketua HPPMI Kabupaten Bogor Yusuf Bachtiar menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan apresiasi warga yang selama ini menilai dizolimi.

Terlebih, kata dia, saat KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor BPN Kabupaten Bogor, sejumlah warga juga merasa senang.

"Maka dari itu, saya selaku Ketua HPPMI dan Pemuda Lira kita mengadakan acara syukuran atas tertangkap tangannya orang-orang zalim," ungkapnya.

Ia juga manyampaikan, untuk Kementrian ATR/BPN ke depan agar tidak mengangkat Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor I yang seperti sebelumnya.

Di Kabupaten Bogor ini kata dia tanah bukan milik BPN atau pemerintah, tetapi hasil nasionalisasi dari rampasan perang yang dijadikan PTPN.

"Terus dijadikan lah dilelang kepada pihak-pihak korporasi terus ditelantarkan, terus dimanfaatkan oleh para penggarap," jelasnya. 

Oleh karena itu, ia berharap ke depan Kementrian ATR/BPN lebih selektif memilih kepala kantor pertanahan untuk menjaga kondusifitas.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
Pemuda LIRA HPPMI pertanahan bogor bpn