Mata Air Merah di Gunung Sindur Bukan Mukjizat, DLH Bogor Ungkap Penyebabnya

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:49 WIB
Viral kondisi mata air keramat Kareo di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. (Instagram @kabupatenbogor.id)
Viral kondisi mata air keramat Kareo di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. (Instagram @kabupatenbogor.id)

RADAR BOGOR – Fenomena perubahan warna air menjadi merah di Mata Air Keramat Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, sempat menghebohkan warga.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memastikan perubahan warna mata air Keramat Kareo itu bukan fenomena mukjizat maupun sesuatu yang berkaitan dengan hal mistis.

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi setelah menerima laporan mengenai perubahan warna air di mata air yang selama ini dianggap keramat tersebut.

Menurut Teuku, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan perubahan warna air dapat terjadi akibat aktivitas masyarakat.

Salah satunya ketika ada warga yang mencuci kain dan warna pada kain tersebut luntur hingga memengaruhi warna air.

“Jadi waktu dicelupkan (kain) seolah-olah ada berubah warna kemudian masyarakat menganggap itu sebagai keramat dan sebagainya. Sebenarnya ga ada itu ada fenomena-fenomena,” ujar Teuku, Selasa 22 September 2026.

Baca Juga: bank bjb dan UPI Perkuat Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi dan Layanan Perbankan

Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan perubahan warna air dengan sesuatu yang bersifat magis atau menganggapnya sebagai mata air keramat yang memiliki khasiat tertentu.

Teuku menjelaskan, perubahan warna air dapat disebabkan oleh fenomena buatan maupun faktor alam.

Kondisi tersebut juga dapat berlangsung sementara dan kemudian kembali normal.

“Kalau fenomena buatan bisa jadi kain yang kemudian luntur atau menimbulkan warna karena dicuci sehingga warna merah. Kalau fenomena alam itu bisa jadi semacam jamur atau apapun yang berubah warna karena pengaruh dari alam sekitar, sehingga munculkan warna merah,” jelasnya.

Selain mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai anggapan mengenai khasiat air tersebut, DLH Kabupaten Bogor juga meminta warga tidak mengambil air dari lokasi untuk diminum maupun digunakan untuk kebutuhan lainnya.

“Karena berbahaya kalau tidak dilakukan sesuai prosedur,” tuturnya.

Mata Air Keramat Kareo Sempat Berubah Merah

Sebelumnya, perubahan warna air di Mata Air Keramat Kareo, Desa Cibadung, Gunung Sindur, sempat membuat warga geger.

Mata air tersebut ramai didatangi masyarakat setelah airnya terlihat berubah menjadi kemerahan.

Sejumlah warga bahkan berbondong-bondong mengambil air karena meyakini air tersebut memiliki khasiat sebagai obat serta dapat membawa keberkahan.

Kepala Desa Cibadung, Bardi, membenarkan adanya fenomena tersebut. Ia menyebut perubahan warna air pertama kali diketahui pada Minggu pagi, 20 September 2026.

Baca Juga: Avengers Endgame Encore Kembali ke Bioskop, Bawa Cuplikan Eksklusif Doomsday

“Awalnya ibu-ibu pada menyuci di sana, tiba-tiba ada benda jatuh yang merah delima dan masuk ke air. Setelah itu warna airnya berubah jadi merah,” ungkap Bardi kepada Radar Bogor.

Bardi menuturkan, Mata Air Keramat Kareo sudah lama dikenal masyarakat sebagai lokasi petilasan. Di kawasan tersebut tidak hanya terdapat mata air, tetapi juga terdapat makam.

Lokasi itu bahkan kerap didatangi masyarakat dari berbagai daerah. Sebagian di antaranya datang untuk bersemedi dan menginap di sekitar lokasi.

“Memang dari dulu itu disebutnya Taman Sumber Air. Airnya selalu ada, bahkan di musim kemarau. Cuma airnya cuma bisa buat mandi dan cuci, tidak untuk diminum,” jelas Bardi.

Setelah fenomena perubahan warna air tersebut menjadi viral, Pemerintah Desa Cibadung langsung berkoordinasi dengan pengurus RW setempat.

Namun, kondisi mata air kini telah kembali seperti semula. Warna air yang sebelumnya terlihat merah sudah kembali jernih.

“Sekarang sudah kembali normal, sudah jernih. Tadinya saya mau koordinasi juga dengan dinas, karena takutnya ada yang iseng,” pungkasnya. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
mata air keramat kareo bogor gunung Sindur