World Pharmacist Day 2026, Apoteker Bogor Serukan Perang terhadap Obat Ilegal

Muhammad Ali • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:41 WIB
Apoteker Kabupaten Bogor saat kumpul di Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kapupaten Bogor. Foto: Dok pribadi for Radar Bogor
Apoteker Kabupaten Bogor saat kumpul di Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kapupaten Bogor. Foto: Dok pribadi for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Peredaran obat ilegal yang menyasar masyarakat, menjadi perhatian apoteker di Kabupaten Bogor. Bertepatan dengan momentum World Pharmacist Day 2026, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Bogor menyerukan penolakan peredaran obat tanpa jalur resmi.

Ketua IAI Kabupaten Bogor, Apoteker Tommy Syam, menegaskan dalam World Pharmacist Day 2026 bahwa obat ilegal seperti tramadol, hingga obat golongan psikotropika tidak boleh diperjualbelikan secara bebas tanpa memperhatikan aspek keamanan dan  kefarmasian.

Menurut Tommy dalam World Pharmacist Day 2026, persoalan obat ilegal bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan. Peredarannya juga dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Subianto Terbitkan Perpres Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Ini Barang yang Tersedia

“Obat bukanlah komoditas yang dapat diperjualbelikan secara bebas tanpa memperhatikan aspek keamanan,” ujar Tommy kepada Radar Bogor, Kamis, 24 September 2026.

Risiko Obat Ilegal Tak Bisa Dianggap Sepele

Tommy menjelaskan, obat pada dasarnya digunakan untuk tujuan pengobatan berdasarkan indikasi tertentu dan penggunaannya perlu berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Risiko dapat semakin besar ketika masyarakat memperoleh obat melalui jalur ilegal. Pasalnya, konsumen akan kesulitan memastikan asal-usul, mutu, keamanan, hingga proses produksi obat tersebut.

Baca Juga: Kontrak PPPK Paruh Waktu Kota Bogor Berakhir Oktober 2026, Ini Syarat agar Diperpanjang

Produk yang dibuat atau diedarkan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan juga tidak melalui sistem pengawasan mutu obat sebagaimana mestinya.

Karena itu, IAI Kabupaten Bogor mengajak masyarakat ikut memutus mata rantai peredaran obat ilegal dengan tidak membeli obat dari sumber yang tidak jelas.

Masyarakat diminta mewaspadai penawaran obat melalui warung, akun media sosial, maupun kanal daring yang tidak memiliki kewenangan dalam penyaluran obat.

Khusus transaksi secara online, masyarakat disarankan memastikan obat dibeli melalui sarana kefarmasian resmi dan kanal penjualan yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Kepastian Guru Non ASN 2027, Begini Nasib Selanjutnya Setelah Desember 2026

Apoteker Ingatkan Masyarakat Jangan Asal Beli Obat

Apabila membutuhkan obat, masyarakat dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker. Obat juga sebaiknya diperoleh melalui sarana kefarmasian resmi, termasuk apotek berizin yang memberikan pelayanan oleh apoteker.

Menurut Tommy, masyarakat tidak perlu ragu untuk meminta penjelasan mengenai obat yang akan digunakan.

Apoteker memiliki peran dalam memastikan penggunaan obat dilakukan secara tepat, mulai dari pemilihan jenis obat, dosis, aturan penggunaan hingga aspek keamanan bagi pasien.

“Ketika obat digunakan tanpa indikasi, tanpa pengawasan, dan diperoleh melalui jalur ilegal, risikonya bukan hanya terhadap individu, tetapi juga terhadap lingkungan dan generasi muda kita,” ungkapnya.

Baca Juga: Review Chikyo, Snack Viral dengan Tekstur Renyah di Luar Creamy di Dalam

IAI Bogor Ajak Masyarakat Putus Mata Rantai Obat Ilegal

Melalui momentum World Pharmacist Day 2026, para apoteker Kabupaten Bogor mengajak masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen terkait untuk bersama-sama mencegah peredaran obat ilegal.

Tommy menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak tergiur membeli obat dari sumber yang tidak jelas hanya karena alasan harga atau kemudahan mendapatkan produk.

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan keamanan dan kesehatan sebagai pertimbangan utama sebelum menggunakan obat.

Baca Juga: Indonesia Tembus Final Asian Games 2026, Leo dan Daniel Jadi Penentu Kemenangan atas Thailand

“Tolak obat ilegal. Jangan pertaruhkan kesehatan dan masa depan generasi,” tegasnya.

Seruan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memperoleh dan menggunakan obat, sekaligus turut membantu memutus peredaran obat ilegal di Kabupaten Bogor.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
apoteker obat ilegal World Pharmacist Day bogor