RADAR BOGOR - Aktivitas galian tanah merah di Kampung Kramat Iyok Cihoe Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari warga sekitar.
Warga mengeluhkan kondisi jalan desa yang menjadi kotor akibat material tanah merah yang berceceran setelah dilalui kendaraan pengangkut tanah. Situasi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan ketika hujan turun karena permukaan jalan berpotensi menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.
Salah seorang warga setempat, Anto, mengatakan kegiatan galian tersebut diperkirakan telah berlangsung hampir dua bulan.
Baca Juga: AKP Ucup Supriatna Jabat Kapolsek Gunung Sindur Polres Bogor Gantikan Kompol Budi Santoso
Menurut Anto, keluhan mengenai kondisi jalan sebenarnya sudah dirasakan sejumlah warga. Akan tetapi, sebagian masyarakat memilih tidak menyampaikan keberatan secara terbuka.
Warga pada dasarnya meminta agar material tanah yang tercecer segera dibersihkan dan jalan ditata kembali sehingga tidak mengganggu aktivitas maupun membahayakan pengguna jalan, khususnya saat musim hujan.
"Warga sebenernya banyak yang ngeluh, tapi gak berani bersuara, warga cuma minta dirapikan agar jalan desa tidak kotor atau licin saat hujan, karena bahaya," kata Anto.
Sementara itu, Kepala Desa Kuripan Siti Aswat Narulita mengaku belum mengetahui secara langsung mengenai keberadaan aktivitas galian tanah tersebut. Ia juga menyatakan belum menerima laporan dari pengurus lingkungan di lokasi.
Siti mengatakan akan melakukan pengecekan kepada pihak RT dan RW untuk memastikan informasi mengenai kegiatan galian yang dikeluhkan warga tersebut.
Hal senada disampaikan Kanit Satpol PP Kecamatan Ciseeng, Tajudin. Ia menyebut pihaknya baru mengetahui adanya informasi mengenai aktivitas galian tanah merah di wilayah tersebut.
Tajudin menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pemberitahuan ataupun laporan resmi yang diterima pihaknya terkait kegiatan tersebut. Ia memastikan informasi yang telah diterima akan ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan di lapangan.
"Belum ada pemberitahuan maupun laporan soal adanya galian ini, nanti akan saya langsung tindaklanjuti," kata TJ, sapaan akrabnya.
Munculnya keluhan warga terkait aktivitas galian yang sebelumnya belum diketahui aparat setempat menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama terhadap kegiatan usaha yang berlangsung di lingkungan permukiman.
Hingga berita disusun, redaksi masih terus mencari sumber pemilik lahan maupun pelaksana galian tersebut guna dilakukan konfirmasi. (sir)
Editor : Eka Rahmawati