RADAR BOGOR – Kawasan hulu Puncak, Kabupaten Bogor, kembali menjadi lokasi aksi konservasi lingkungan.
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re bersama sejumlah relasi dari perusahaan asuransi umum melakukan penanaman bibit pohon di lahan konservasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) di kawasan Puncak, Kamis 24 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Indonesia Re bertajuk “Satu Langkah untuk Alam, Sejuta Manfaat untuk Sesama”.
Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk kolaborasi untuk mempertahankan fungsi ekologis kawasan hulu Puncak.
Wilayah ini memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan sumber daya air sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem.
Direktur Kepatuhan, Legal dan SDM Indonesia Re, R. Muhammad Irwan, menuturkan bahwa prinsip keberlanjutan menjadi salah satu bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Inigo Pascual Rilis Pagdating ng Panahon, Gandeng Mikha BINI di Video Musik
Ia menjelaskan, sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Indonesia Re tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Sebagai BUMN, Indonesia Re tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pelestarian kawasan hulu memerlukan komitmen dan kepedulian bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Divisi TJSL dan ESG Indonesia Re, Mardian Adhitya, menjelaskan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas dampak positif program TJSL.
Menurutnya, kegiatan konservasi tersebut juga berkaitan dengan perspektif industri asuransi dan reasuransi dalam melakukan mitigasi terhadap risiko bencana.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menambah upaya konservasi alam. Tahun lalu, kami melakukan restorasi mangrove di Pantai Pandawa dan PIK. Hari ini, kegiatan di Puncak menjadi bagian dari roadmap kami untuk memperluas upaya konservasi di wilayah lain,” ujar Mardian saat ditemui di lokasi kegiatan.
Mardian menyebut Indonesia Re memiliki sejumlah infrastruktur kantor di sekitar Cisarua.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan kawasan Puncak.
“Kami juga memiliki beberapa infrastruktur kantor di sekitar wilayah Cisarua, sehingga kami merasa memiliki tanggung jawab untuk turut memelihara lingkungan di kawasan ini,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian terhadap kawasan Puncak menjadi semakin penting karena dalam beberapa tahun terakhir terdapat laporan mengenai aktivitas penggundulan lahan di wilayah tersebut.
Atas dasar itu, pemilihan Puncak sebagai lokasi penanaman pohon tidak semata-mata ditujukan untuk menambah tutupan hijau.
Baca Juga: Villa Juma dan Glamping: Penginapan Asri dengan View Sawah dan Gunung Gede Pangrango di Puncak Dua
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu mempertahankan fungsi resapan air dan mendukung konservasi lahan.
Mardian menjelaskan, kawasan hijau memiliki hubungan dengan upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.
Risiko bencana tersebut dapat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, infrastruktur, hingga kegiatan ekonomi.
Bibit yang ditanam dalam kegiatan konservasi tersebut terdiri atas tanaman konservasi dan tanaman produktif.
Penanaman diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Selain menjaga lingkungan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Indonesia Re dalam memperkuat sinergi berbagai pihak untuk mendukung agenda keberlanjutan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).
Indonesia Re juga melibatkan karyawan dalam aksi penanaman pohon tersebut. Keterlibatan langsung itu diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap isu keberlanjutan di kalangan karyawan.
Baca Juga: PPPK Dosen Jangan Terjebak Hoaks, Ini Bedanya Aturan Lama dan PP 26 Tahun 2026
Sehingga tidak berhenti sebagai kebijakan perusahaan semata, tetapi berkembang menjadi nilai bersama di lingkungan kerja.
Program “Satu Langkah untuk Alam, Sejuta Manfaat untuk Sesama” sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama banyak pihak.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, relasi, karyawan, dan para pemangku kepentingan lainnya, kawasan konservasi Puncak diharapkan dapat tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang. (ded)
Editor : Yosep Awaludin