RADAR BOGOR - Angka pengangguran di Indonesia, masih menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan setelah lulus, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja.
Pesan itu disampaikan Founder Vinus Indonesia, Yusfitriadi, saat memberikan pembekalan dalam Pekan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (P2BAK) Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Kampus Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang diikuti sekitar 700 mahasiswa baru tersebut berlangsung di SBS Premier Venue, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Syahrini Comeback di Pestapora 2026, Ternyata Sudah 4 Tahun Dibujuk Promotor
Di hadapan mahasiswa baru, Yusfitriadi menyinggung data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah pengangguran terbuka di Indonesia.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab, termasuk oleh kalangan perguruan tinggi.
“Pengangguran terbuka sampai Mei 2026 totalnya 7,22 juta orang. Ini menjadi tantangan bagi kita,” ujar Yusfitriadi di hadapan para mahasiswa baru.
Mahasiswa Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Menurut Yusfitriadi, mahasiswa maupun alumni ITB Vinus seharusnya tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap, para lulusan mampu membangun usaha dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Dengan begitu, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga ikut mendorong kemandirian ekonomi.
“Mahasiswa maupun alumni Vinus justru harus menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Yusfitriadi mengatakan, konsep pendidikan di ITB Vinus sejak awal diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Salah satunya melalui pilihan program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Saya ciptakan kampus dengan program studi yang dibutuhkan pasar,” ujarnya.
ITB Vinus Dorong Kemandirian
Ia menegaskan, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kemandirian generasi muda.
Karena itu, ITB Vinus didorong tidak sekadar menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Baca Juga: Legenda PSB Bogor Ikuti Fun Game Football, Kenalkan Jersey Baru hingga Bahas Kabar Klub
“ITB Vinus menciptakan kemandirian,” kata Yusfitriadi.
Menurut dia, tantangan pendidikan di Kabupaten Bogor juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi tingkat pendidikan masyarakat.
Ia menyoroti, masih banyak masyarakat yang pendidikan formalnya baru sampai jenjang SMP.
“Di Kabupaten Bogor, rata-rata masih lulusan SMP. Masalah ini harus diselesaikan,” tuturnya.
Kampus Didekatkan dengan Masyarakat
Yusfitriadi mengatakan, minat masyarakat Kabupaten Bogor untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi cukup besar. Namun, akses dan biaya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Karena itu, ITB Vinus mengembangkan akses pendidikan dengan menghadirkan kampus di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.
“Masyarakat Kabupaten Bogor banyak yang minat kuliah. ITB Vinus memudahkan, ada kampus di setiap titik, barat, timur, utara, dan selatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kampus yang lebih dekat dengan tempat tinggal masyarakat diharapkan dapat menekan biaya transportasi mahasiswa.
Baca Juga: AC Mitsubishi Xpander Bekas Warga Bogor Mulai Tak Dingin? Segini Biaya Cuci Evaporator
“Sehingga transportasi tidak mahal. Kuliah ITB Vinus sengaja dibuat murah,” kata Yusfitriadi.
Di hadapan ratusan mahasiswa baru, ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengoptimalkan keberadaan ITB Vinus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.
“Optimalkan ITB Vinus,” pungkasnya. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti