RADAR BOGOR - Kasus kematian seorang pria berinisial H (50) di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, mulai menemukan titik terang.
Polisi menemukan adanya luka tajam di bagian kepala korban setelah makamnya dibongkar untuk dilakukan pemeriksaan forensik.
Ekshumasi dilakukan Kepolisian melibatkan Polres Bogor dan Unit Reskrim Polsek Gunung Sindur pada Senin, 22 September 2026.
Langkah tersebut, dilakukan setelah keluarga korban melaporkan kematian H kepada polisi pada 29 Agustus 2026.
Baca Juga: KPM Bansos PKH BPNT Exclude Masih Bisa Daftar Ulang, Ini Persiapannya
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, pemeriksaan terhadap jasad korban menemukan adanya luka tajam pada bagian kanan kepala.
“Hasil sementara dari ekshumasi tersebut, diperoleh fakta bahwa terdapat luka tajam di bagian kepala kanan,” kata Anggi kepada wartawan.
Polisi Temukan Indikasi Dugaan Tindak Pidana
Temuan tersebut, kemudian membuat penyidik mendalami kemungkinan adanya tindak pidana di balik kematian korban.
Polisi bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi, untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.
Dari proses penyelidikan sementara, polisi mendapatkan keterangan yang mengarah kepada dugaan keterlibatan anggota keluarga korban.
Anggi menyebut, orang yang diduga terlibat merupakan anak korban sendiri.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan yang telah diperoleh.
“Dari keterangan saksi-saksi, diperoleh keterangan bahwa dugaan tindak pidana tersebut dilakukan oleh pihak keluarga, dalam hal ini anak,” ujarnya.
Korban dan Terduga Pelaku Masih Satu Keluarga
Korban H diketahui berusia 50 tahun, sementara anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut berusia 19 tahun.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menduga peristiwa bermula ketika korban mengalami pukulan di bagian kepala hingga terjatuh.
Korban kemudian diduga membentur bagian yang tajam di salah satu sudut kamar mandi.
Baca Juga: Festival Durian di Sentul City, Bupati Bogor Dorong Buah Lokal Tembus Pasar Global
Benturan tersebut diduga menyebabkan luka pada bagian kepala korban.
“Modus operandinya dilakukan dengan cara dipukul di bagian kepala hingga terjatuh dan membentur bagian tajam di kamar mandi, salah satu sudut di kamar mandi yang membuat perlukaan tajam di sana,” jelas Anggi.
Meski demikian, polisi belum berhenti pada temuan tersebut.
Penyidik masih menggali keterangan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.
Termasuk keterangan dari anak korban yang saat ini diduga terlibat dalam kasus tersebut, masih terus didalami oleh penyidik.
Anggi menegaskan, proses pemeriksaan masih berjalan dan polisi masih melakukan pendalaman terhadap berbagai keterangan yang telah diperoleh.
“Sementara itu, kita masih lakukan pendalaman-pendalaman, termasuk dari keterangan ataupun pengakuan daripada si anak ini. Kita masih coba terus gali,” pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim