RADAR BOGOR – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor masih dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan. Meski kondisi di lokasi saat ini dinyatakan aman dan terkendali, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap disiagakan selama 24 jam.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik panas di area TPA Galuga.
Komandan Sektor (Dansek) Pemadam Kebakaran Sektor Citeureup, Hendi, mengatakan pemantauan masih dilakukan secara berkala meskipun kondisi lapangan secara umum telah kondusif.
Baca Juga: DBH dari Pusat untuk Kabupaten Bogor Capai Rp350 Miliar Belum Terbayarkan
Menurut Hendi, sebagian besar area yang sebelumnya terdampak kebakaran kini dalam kondisi basah atau lembap sehingga potensi munculnya kembali api relatif kecil. Namun, petugas tetap mempertimbangkan faktor alam yang sewaktu-waktu dapat memengaruhi kondisi di lapangan.
“Situasi aman terkendali, dengan kondisi area yang sudah basah atau lembab, kemungkinan untuk terbakar lagi sudah sangat kecil tapi memang faktor alam terkadang berbeda, kita semua berdoa agar situasi tetap kondusif,” ujar Hendi dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kaupaten Bogor.
Untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa, petugas juga masih menggunakan drone termal dalam proses pemantauan. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi lokasi yang masih memiliki suhu tinggi sehingga dapat segera diantisipasi apabila ditemukan potensi kebakaran susulan.
Hendi menjelaskan personel Damkar telah berada di kawasan TPA Galuga sejak kebakaran pertama kali terjadi pada 7 September. Hingga saat ini, petugas bersama unsur terkait masih menjalankan penjagaan serta pemantauan di lokasi.
Menurutnya, keberadaan personel selama 24 jam merupakan bagian dari tanggung jawab petugas untuk memastikan kondisi kawasan tetap terkendali dan memberikan rasa aman kepada masyarakat di sekitar TPA Galuga.
Ia menyebut tugas tersebut menjadi bagian dari kewajiban yang harus dijalankan meskipun para personel harus meninggalkan keluarga dalam waktu tertentu. Dengan memahami risiko dan tanggung jawab sebagai petugas pemadam kebakaran, personel tetap menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan kesiapan.
Hendi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan para petugas yang masih menjalankan tugas di lapangan. Kebutuhan sehari-hari personel selama berada di kawasan TPA Galuga disebut telah disiapkan sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas.
Ia berharap kondisi TPA Galuga maupun wilayah Kabupaten Bogor secara keseluruhan tetap aman dan kondusif. Pemantauan serta kesiapsiagaan petugas gabungan akan terus dilakukan hingga masa darurat berakhir pada 29 September.
Hendi menegaskan bahwa jajaran petugas akan tetap berada di garis depan dalam menjaga keamanan masyarakat dan membantu memastikan kondisi Kabupaten Bogor tetap terkendali selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Editor : Eka Rahmawati