RADAR BOGOR – Jajaran Polsek Cileungsi mengamankan 9 pelajar yang diduga terlibat aksi tawuran di kawasan Flyover Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Peristiwa terjadi sekitar dua pekan lalu dan menyebabkan seorang pelajar mengalami luka pada bagian lengan akibat sabetan celurit.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan peristiwa bermula saat pelajar dari wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri dan Cileungsi janjian untuk melakukan aksi bentrokan di kawasan flyover Cileungsi dan terjadi pukul 16.30 WIB.
“Jadi dari Ciangsana menyerang ke sini, ke Cileungsi, salah satu sekolah swasta itu janjian di Cileungsi di flyover, di bawah, pecahlah di situ,” ujar Kompol Edison kepada Radar Bogor, Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga: Kapolsek Gunungsindur Bogor Ungkap Berbagai Temuan Usai Ekshumasi Korban Pembunuhan
Saat kejadian, polisi menemukan sepeda motor yang tertinggal di lokasi, kendaraan tersebut kemudian menjadi petunjuk bagi polisi untuk mengungkap identitas para pelajar yang terlibat, termasuk pembawa celurit.
“Disusuri dari motor yang tertinggal, baru ketahuan si pemilik celurit, kemudian anak-anak yang ikut siapa saja, dari sekolah mana,” terangnya.
Setelah melakukan penyelidikan selama sekitar dua pekan, polisi akhirnya mengamankan sembilan pelajar dari salah satu sekolah swasta tingkat SMK di Cileungsi.
Selain kasus di Flyover Cileungsi, polisi juga menemukan aksi serupa di Griya Alam Sentosa. Namun, tawuran di lokasi tersebut belum sempat terjadi karena lebih dulu diketahui polisi melalui penelusuran video dan media sosial.
Dari dua lokasi tersebut, polisi mengamankan dua senjata tajam, yakni satu celurit dan satu pisau.
Kompol Edison menyebut aksi itu diduga berawal dari komunikasi antarpelajar melalui media sosial. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah.
“Lamanya bukan karena ini, tapi kehati-hatian karena ini adalah anak sekolah, perlakuannya juga lain,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati