RADAR BOGOR - Upaya membangun generasi muda yang berdaya dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat, menjadi salah satu fokus Karang Taruna Kecamatan Ciampea.
Semangat tersebut, mengiringi pelantikan pengurus Karang Taruna Kecamatan Ciampea masa bakti 2026–2031 yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ciampea, Sabtu (17/10/2026).
Pelantikan yang dipimpin Camat Ciampea, Yudhi Utomo, tidak hanya menjadi awal kepengurusan baru.
Baca Juga: Terjunkan 21 Atlet, Tarung Derajat Kota Bogor Bidik 5 Emas di Porprov Jabar 2026
Kegiatan ini juga dirangkai dengan sekolah advokasi hukum yang melibatkan pelajar dan pemuda, sekaligus menjadi ruang edukasi mengenai persoalan hukum, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta pendidikan.
Camat Ciampea, Yudhi Utomo mengapresiasi, seluruh pihak yang telah menjaga proses pemilihan hingga pelantikan pengurus berjalan dengan tertib dan kondusif.
Ia juga menyampaikan, pelantikan tersebut menjadi salah satu agenda yang tetap diupayakannya di tengah sejumlah kegiatan lain pada hari yang sama.
"Saya mengapresiasi penuh kerja sama semua pihak sehingga proses pemilihan hingga pelantikan pengurus dapat berjalan dengan kondusif. Saya sengaja menyempatkan waktu untuk melantik teman-teman semua, meskipun pada hari ini ada tiga kegiatan yang harus saya hadiri," ujar Yudhi dalam keterangannya kepada Radar Bogor.
Ia berharap, kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Ciampea dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Yudhi, Karang Taruna perlu mengambil peran aktif dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Bogor, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan dan pembinaan generasi muda.
Karang Taruna Siap Bersinergi dengan Pemerintah
Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciampea, Saddam Hussein, menyampaikan terima kasih kepada unsur Forkopimcam, MUI Kecamatan Ciampea, MPKT, para kepala desa, KNPI PK Ciampea, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang hadir dalam pelantikan tersebut.
Mengusung tema "Satu Tekad, Langkah Bersama, Karya Nyata untuk Kecamatan Ciampea", kepengurusan baru berkomitmen untuk memperkuat kerja sama lintas sektor demi kepentingan masyarakat.
"Kami akan senantiasa bersinergi demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya masyarakat Kecamatan Ciampea. Pelantikan ini menjadi awal bagi kami untuk menjalankan program pembinaan dan pemberdayaan pemuda secara nyata," kata Saddam.
Ia menambahkan, sejumlah program kepemudaan telah disiapkan dengan mengacu pada arahan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra.
Sekolah Advokasi Libatkan Pelajar dan Pemuda
Selain pelantikan pengurus, kegiatan tersebut diisi dengan sekolah advokasi yang mengangkat tema "Break The Barriers, Build The Future: Mencetak Pemuda Ciampea yang Berkeadilan, Cerdas, Sehat, Aman, Melayani Publik dengan Kolaborasi Aksi Prestasi".
Baca Juga: Motor Honda Beat FI Susah Distarter? Busi Baru Bisa Mati, Ini Penyebabnya
Program ini menyasar pelajar dan pemuda di Kecamatan Ciampea untuk meningkatkan pemahaman mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Materi advokasi disampaikan oleh sejumlah narasumber dari instansi terkait.
Kapolsek Ciampea membawakan materi advokasi hukum, Kepala Puskesmas Ciampea menyampaikan advokasi kesehatan, Kepala UPT PPA Wilayah Barat Kabupaten Bogor membahas advokasi perempuan dan anak, sedangkan materi advokasi pendidikan disampaikan Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Ciampea, Hari Prihartono.
Dalam pemaparannya, Hari Prihartono menjelaskan, advokasi pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan yang adil, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mengawal kebijakan agar berpihak pada kebutuhan peserta didik.
"Advokasi pendidikan bukan hanya tentang memastikan anak bisa bersekolah, tetapi juga mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan mengawal kebijakan agar setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak," ungkap Hari.
Ia menjelaskan, terdapat tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam advokasi pendidikan, yakni pemerataan akses bagi seluruh anak, termasuk kelompok rentan dan anak berkebutuhan khusus; peningkatan mutu pengajaran, kurikulum, serta fasilitas belajar; dan pengawalan kebijakan pemerintah agar mendukung kemajuan pendidikan.
Kecamatan Ciampea Perkuat Upaya Anak Kembali Bersekolah
Hari Prihartono juga memaparkan sejumlah langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk program kunjungan langsung ke sekolah melalui kegiatan "Kami Mendengar".
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan meninjau kondisi nyata sekolah, mulai dari bangunan, sarana dan prasarana penunjang hingga ketersediaan tenaga pendidik.
Hasil kunjungan diharapkan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut terhadap kebutuhan pendidikan di wilayah setempat.
Baca Juga: Mobil Susah Distarter? Tangki Bensin Berkarat Bisa Jadi Penyebabnya
Program lainnya adalah SASARDesa atau Satu Sarjana Satu Desa, yang merupakan program beasiswa unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat perdesaan.
Upaya peningkatan pendidikan juga dilakukan melalui dukungan anggaran dan bantuan keuangan pemerintah daerah serta pendataan dan intervensi terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS).
Di Kecamatan Ciampea, upaya mengembalikan anak ke dunia pendidikan mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, sebanyak 74 anak telah kembali mengikuti pendidikan di sekolah formal, sementara 71 anak lainnya melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.
Dengan demikian, sebanyak 145 anak yang sebelumnya tidak bersekolah telah kembali mengakses pendidikan.
Mereka tersebar di enam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada di wilayah Kecamatan Ciampea.
Hari menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, sekolah, hingga penilik pendidikan jenjang SD, SMP, dan PKBM.
"Keberhasilan mengembalikan anak-anak ke pendidikan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, dan para penilik menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak kembali mendapatkan hak pendidikannya," tuturnya kepada Radar Bogor.
Dorong Wajib Belajar 13 Tahun dan Peningkatan IPM
Berbagai program pembinaan pemuda dan advokasi pendidikan di Kecamatan Ciampea diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar.
Baca Juga: Hapkido Kota Bogor Optimistis Capai Target Emas di Porprov Jabar 2026
Ke depan, upaya tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Wajib Belajar 13 Tahun sebagai program prioritas nasional, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Melalui kepengurusan baru Karang Taruna dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Kecamatan Ciampea diharapkan mampu membangun generasi muda yang lebih peduli, berdaya, serta berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
Editor : Siti Dewi Yanti