RADAR BOGOR - Setelah puluhan tahun menjadi keluhan warga, jalan penghubung Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Banten akhirnya mulai diperbaiki.
Rekonstruksi jalan di Kampung Malahpar, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kini dilakukan melalui proyek betonisasi yang telah lama dinantikan masyarakat.
Jalan tersebut, menjadi akses penghubung Kampung Malahpar, Desa Sukamulya, dengan Kampung Dangdang, Desa Dangdang, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Karang Taruna Ciampea Bogor Dilantik, 145 Anak Kembali Bersekolah
Selain menghubungkan dua kabupaten, jalur ini juga menjadi pintu perlintasan antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.
Perbaikan jalan ini, disambut gembira oleh warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kondisi akses yang rusak.
Aspirasi masyarakat yang terus disampaikan akhirnya mendapat respons melalui pembangunan infrastruktur pada 2026.
Ketua Forum Masyarakat Desa Sukamulya, Junaedi mengungkapkan, rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan tersebut.
Ia menyebut, betonisasi jalan menjadi bukti bahwa perjuangan warga untuk mendapatkan akses jalan yang layak mulai membuahkan hasil.
"Alhamdulillah, akhirnya usulan dan aspirasi masyarakat Kampung Malahpar serta Desa Sukamulya untuk perbaikan jalan mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Bogor," ujar Junaedi, Sabtu (17/10/2026).
Warga Menanti Perbaikan Jalan Selama 35 Tahun
Kebahagiaan serupa dirasakan Ajang, Kepala Dusun 4 Desa Sukamulya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak selama hampir 35 tahun telah menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius karena jalur tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat lintas kabupaten dan provinsi.
Ajang pun menyampaikan, apresiasi kepada Bupati Bogor dan Camat Rumpin yang telah membantu merealisasikan pembangunan jalan tersebut.
"Hampir 35 tahun jalan ini rusak. Karena itu, kami sangat membutuhkan perhatian. Terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor dan Bapak Camat Rumpin yang telah merealisasikan pembangunan jalan ini," ungkap Ajang.
Baca Juga: Terjunkan 21 Atlet, Tarung Derajat Kota Bogor Bidik 5 Emas di Porprov Jabar 2026
Bagi warga, pembangunan jalan ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan harapan untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih aman dan nyaman setelah sekian lama menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan.
Usulan Berjenjang hingga Masuk Prioritas Pembangunan
Camat Rumpin, Icang Aliudin, menjelaskan bahwa realisasi pembangunan jalan perbatasan tersebut melalui proses perjuangan yang cukup panjang.
Berbagai dinamika yang terjadi tidak menyurutkan upaya masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan untuk terus mengajukan perbaikan.
Usulan pembangunan jalan disampaikan secara berjenjang, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Setelah melalui proses tersebut, perbaikan jalan akhirnya masuk dalam skala prioritas dan dapat direalisasikan pada tahun 2026.
Icang turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor atas dukungan dalam mendorong rekonstruksi jalan melalui betonisasi.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang telah ikut membantu dan mendorong agar jalan ini segera direkonstruksi dengan betonisasi," kata Icang.
Ia menegaskan, jalan Malahpar memiliki peran strategis karena menjadi salah satu akses utama menuju wilayah perbatasan Kabupaten Bogor.
Seiring pembangunan jalan, pembenahan tugu perbatasan juga dilakukan agar kawasan tersebut memiliki identitas dan dapat menjadi ikon wilayah.
Betonisasi Jalan Malahpar Habiskan Anggaran Rp2,5 Miliar
Berdasarkan data proyek di lapangan, rekonstruksi jalan perbatasan tersebut memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar 6 meter.
Pembangunan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bogor dengan nilai lebih dari Rp2,5 miliar dan masa pelaksanaan selama 75 hari kalender.
Baca Juga: Motor Honda Beat FI Susah Distarter? Busi Baru Bisa Mati, Ini Penyebabnya
Icang berharap, pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan meningkatkan aktivitas perekonomian warga di kawasan perbatasan.
Ia juga berharap, pembangunan di wilayah perbatasan tidak lagi menimbulkan kesan adanya ketimpangan perhatian, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
"Harapannya, pembangunan ini bisa meningkatkan roda perekonomian warga, menghilangkan kesan pembangunan yang diskriminatif di daerah perbatasan, serta dapat dirawat dengan baik ke depannya," pungkas Icang Aliudin.
Dengan dimulainya betonisasi, warga Kampung Malahpar dan Desa Sukamulya kini menaruh harapan pada akses jalan yang lebih baik.
Perbaikan tersebut diharapkan menjadi awal peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Bogor dan Tangerang. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim