RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor menyatakan akan terus menjalankan program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Night Market di Kawasan Alun-alun Kota Bogor.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Hanafi mengatakan berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan pihaknya, Program Night Market dinilai telah berjalan efektif dan dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat.
"Night market ini sudah bisa dipahami oleh para pedagang di Alun-alun. Walaupun sebenarnya harapannya dengan kehadiran program ini bisa membuat PKL tidak ada di siang hari, tapi hal itu belum bisa berjalan maksimal karens tidak sesederhana itu," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (19/11/2024).
Namun terdapat beberapa penyesuaian teknis terkait operasional program Night Market. Pertama yakni perubahan arus lalu lintas di Jalan Dewi Sartika yang menjadi tempat penyelenggaraan program tersebut.
Arus lalu lintas yang awalnya mengalir satu arah dari Jalan Kapten Muslihat ke Masjid Agung, kini diubah menjadi dari Masjid Agung menuju Kapten Muslihat.
Penyesuaian kedua ialah posisi tenda-tenda kuliner yang pada awalnya ada di sebelah kanan badan jalan (sejajar bank bjb) kini berada di sebelah kiri (pedestrian Alun-alun).
Hanafi mengatakan Program Night Market akan diresmikan oleh Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari pada tanggal 23 atau 24 November 2024 mendatang. Program ini pun akan digelar setiap hari.
"Kami berharap program ini bisa menjadi solusi penataan PKL di Kawasan Alun-alun serta mendukung penataan yang sudah kami akukan sebelumnya. Dengan program ini, mereka (pedagang) juga bisa tetap mencari nafkah," ucap Hanafi.
Untuk menjaga kondisi Alun-alun tetap rapi, Hanafi mengatakan, pihaknya akan memberlakukan hukuman pada PKL yang melanggar aturan berjualan di siang hari.
Konsep Night Market mulai diuji cobakan selama 3 hari sejak Jumat (1/11/2024) hingga Minggu (3/11/2024) pukul 17.00-00.00 WIB. Total ada 200 pedagang yang terlibat dalam program ini. (Fat)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim