RADAR BOGOR - Sejumlah langkah mitigasi bencana terus digencarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyikapi musim hujan yang diprakirakan berlangsung hingga Februari 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatulloh mengatakan, mitigasi yang dilakukan antisipasi bencana di musim hujan yang panjang.
Mitigasi BPBD Kota Bogor untuk musim hujan, mulai dari pemetaan wilayah-wilayah yang rawan longsor melalui kajian resiko bencana yang dilakukan antara Pemkot Bogot dengan akademisi.
"Dari hasil pemetaan itu, kami menyusun langkah kontingensi sesuai dengan kerawanan bencana dan berkoordinasi bersama dinas terkait," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin (2/12/2024).
Pada wilayah yang rawan longsor, BPBD merekomendasikan agar tidak ada bangunan yang berdiri di atas garis sepadan sungai dan memastikan Tembok Penahan Tanah (TPT) dalam kondisi kuat.
Untuk mencegah terjadinya banjir, BPBD menyarankan adanya gotong royong untuk pembersihan saluran. Di samping itu mereka juga berkolaborasi dengan Satgas Ciliwung dalam menjaga kondisi Sungai Ciliwung.
Pada pencegahan bencana pohon tumbang atau dahan patah Hidayat menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor terkait pohon-pohon yang kondisinya mengkhawatirkan.
"Kami juga telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana yakni memberi pembekalan kepada masyarakat. Sehingga apabila terjadi bencana masyarakat bisa dapat mendapat bantuan setidaknya di waktu emas (golden time) pasca bencana terjadi," ujarnya.
Hingga saat ini, sudah ada 25 kelurahan yang diperkuat Keltana di Kota Bogor.
Mereka bertugas menginformasikan, mengedukasi, dan memberi peringatan awal (early warning sistem) apabila terjadi bencana.
Upaya serupa juga dilakukan BPBD pada siswa di sekolah melalui program Satuan Penanggulangan aman Bencaba (SPAB).
Dalam krgiatan ini BPBD melatih para pelajar menghadapi bencana dengan simulasi.
"Kami mengimbau dan berharap adanya partisipasi aktif warga untuk mencegah timbulnya korban akibat bencana dengan rutin membersihkan saluran dan lingkungan, tidak membuang sampah, berhenti melakukan aktivitas saat hujam turun," tutur Hidayat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga