Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak Gepeng Datang dari Luar Kota Bogor, Dinsos Sebut Gegara Warga Gampang Kasih Duit

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 4 Desember 2024 | 20:46 WIB
Ilustrasi. Emak-emak pengemis sambil mengumpat yang viral kini sudah masuk ke Kota Bogor. Tampak, emak-emak itu berada di sekitar kawasan Lawanggintung.
Ilustrasi. Emak-emak pengemis sambil mengumpat yang viral kini sudah masuk ke Kota Bogor. Tampak, emak-emak itu berada di sekitar kawasan Lawanggintung.

RADAR BOGOR - Dinas Sosial Kota Bogor menyebut mayoritas gembel dan pengemis (Gepeng) berasal dari luar Kota Bogor. Mulai dari Kabupaten Bogor, Bekasi, Tanggerang, Sukabumi sampai Cianjur.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bogor, Somartini mengatakan hal itu diketahui dari banyaknya gepeng yang mereka amankan.

Dinsos menelusuri identitas gepeng tersebut yang ternyata bukan warga Kota Bogor.

"Kota Bogor bagi wilayah setempat kan seperti telur berada di tengah-tengah sehingga mereka banyak berkumpul di sini," katanya.

Selain itu para gepeng mengaku lebih memilih Kota Bogor dibanding Kota lain karena melihat warganya yang baik. Warga di sini cenderung lebih mudah mengeluarkan uang untuk para gepeng tersebut.

"Mereka sudah ke tempat lain tapi memang tidak sebaik Kota Bogor makanya jangan heran selalu ada karena mereka datang terus," ujarnya.

Dinsos sendiri disebut tak tinggal diam dengan hal ini mereka selalu rutin mencari gepeng di sudut-sudut kota. Mereka mempunyai tim yang bertugas untuk patroli gabungan yang melakukan hal tersebut.

"Jadi kita itu menangani tiga hal yaitu lansia terlantar, disabilitas terlantar, dan gelandangan pengemis. Ini ditindak lewat tim tangkas yang berkolaborasi dengan berbagai dinas seperti Satpol-PP," sebutnya.

Penindakan ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan setiap pagi dan sore hari. Mereka melakukan patroli khususnya di wilayah yang kemungkinan besar terdapat gepeng tersebut.

"Kami juga menindaklanjuti lewat laporan masyarakat sehingga saat ada laporan minimal 1x24 jam pasti kami akan datang ke lokasi," ungkapnya.

"Walaupun bukan warga Kota Bogor tapi tetap kita layani. Jadi saat kita evakuasi akan dibersihkan, diberi makan lalu ditelusuri identitasnya termasuk keluarganya," ujarnya.

Setelah melakukan penelusuran identitas, biasanya mereka akan melakukan perawatan bila gepeng itu sakit atau gangguan jiwa.

Bila sakit maka akan di rawat di rumah sakit kalau gangguan jiwa maka akan dirujuk ke rumah sakit Marzoeki Mahdi.

"Setelah dua mingguan biasa dirawat kami akan menghubungi keluarganya. Ini bertujuan untuk mengembalikan gepeng itu ke keluarganya namun jika tak memiliki keluarga maka akan dibawa ke panti sosial," ungkapnya

Namun, menurutnya untuk menangani gepeng ini sendiri mereka mengalami sejumlah kendala.

Mayoritas panti sosial berada di luar kota sehingga mereka membutuhkan dana lebih untuk mengantarnya.

"Kami tentu melihat kondisi klien ini biasanya yang dititipkan ke panti itu yang sudah tidak mau diurus keluarganya. Cuman memang ini membutuhkan dana yang besar sedangkan anggaran kami terbatas," bebernya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#gepeng #kota bogor #dinsos