Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Muktamar ke VI, STII Bogor Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan Pemerintah

Muhammad Rifki Fauzan • Jumat, 6 Desember 2024 | 20:18 WIB
Muktamar ke VI, STII Bogor Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan Pemerintah
Muktamar ke VI, STII Bogor Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan Pemerintah

RADAR BOGOR - Muktamar Serikat Tani Islam Indonesia atau STII ke VI resmi dibuka, pada Jumat (5/12/2024) di Aula Gedung Prof. Dr. H. Abdullah Siddik UIKA Ibn Khaldun Bogor.

Ketua Umum Pengurus Besar STII, Fatrhurrahman Mahfudz menuturkan pemilihan lokasi itu dikarenakan UIKA Bogor sendiri didirkan oleh Kh Sholeh Iskandar yang juga merupakan mantan Ketum STII ketiga.

“Jadi kita seperti napak tilas, untuk melihat semangat para pendahulu kita,” tutur Ketua Umum Pengurus Besar STII, Fatrhurrahman Mahfudz pada Radar Bogor, Jumat (5/12/2024).

Fathurrahman mengungkapkan muktamar ke VI STII sendiri direncanakan bakal berlangsung hingga Minggu (7/12/2024) mendatang, yang berlokasi di Wisma Kementan Ciawi Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, di Muktamar ke VI STII tersebut, Fathurrahman menegaskan, bakal mengajak kepada seluruh peserta untuk senantiasa mendukung penuh program Swasembada Pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kita tegaskan juga soal swasembada pangan ini dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kita akan dukung penuh pemerintah hari ini,” jelas Fathurrahman.

Fathurrahman menilai bahwa program tersebut selaras dengan nafas yang selama ini diperjuangkan oleh STII, khususnya dalam hal ketahanan pangan.

Hanya saja, Fathurrahman memberikan beberapa catatan yang mesti dilakukan oleh pemerintah guna mendukung efektifitas program Swasembada Pangan tersebut.

Salah satu hal yang Ia soroti yakni fenomena impor beras yang saat ini masih dilakukan oleh pemerintah pusat. 

Sebab seharusnya pemerintah lebih fokus untuk peningkatan produktifitas para petani di Indonesia.

“Kami di STII punya solusi, misalnya menggunakan benih kita, namanya trisakti dan juga migo atau mikroba google satu jenis pupuk organik, kalau itu dikombain sudah terbukti dilapangan bisa menghasilkan produk pangan sampai 8 hingga 16 ton per hektar,” jelasnya.

Fathurrahamn berharap bahwa dapat terjadi kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan para stek holder yang mengurus pertanian, agar para petani dapat sejahtera.

Fathurraman mengatakan sungguh sangat disayangkan jika pemerintah tidak bisa memanfaatkan dengan baik kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #swasembada pangan #STII