Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak Keluhan Soal Tagihan Air Tiba-tiba Naik, Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Beberkan Alasannya

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 12 Desember 2024 | 19:36 WIB

 

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan saat podcast di Radar Bogor.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan saat podcast di Radar Bogor.

RADAR BOGOR - Tagihan air PDAM seringkali menjadi masalah yang muncul di masyarakat Kota Bogor dari data Perumda Tirta Pakuan.

Keluhannya yang masuk Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor pun beragam, salah satunya tagihan air yang tiba-tiba melonjak tanpa sepengatahuan pengguna.

Tanggapi soal masalah tagihan air, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengatakan pelanggan di Kota Bogor seringkali tak teliti membuat jaringan air di rumah.

Tidak memperhatikan sumber air yang akan digunakan apakah hanya sumur, PDAM, ataupun keduanya.

"Akhirnya kita mungkin tidak tahu jalur airnya dari dua jalur menjadi satu. Ada kasus karena tidak memasang katup sehingga airnya malah masuk juga ke sumur," katanya di Podcast Radar Bogor, Kamis (12/12/2024).

Air yang mengalir terus ke sumur ini membuat tagihan akan melonjak naik. Padahal penghuni rumah merasa tidak menggunakan air secara berlebihan.

"Pengguna protes terkait hal ini merasa sudah menutup keran di rumahnya tapi tidak sadar pipa yang lain masuk ke dalam sumur," ujarnya.

Selain itu kasus lain juga terjadi saat pengguna menggunakan tampungan atau toren di atas rumah.

Katup penutup toren seringkali rusak atau tak berfungsi sehingga air meluber dan menaikkan harga tagihan air.

"Itu yang biasa terjadi dalam beberapa kasus. Atau ada juga pengguna yang gangguan airnya namun tidak menutup keran kemudian meninggalkan rumah saat kembali rumah banjir akibat aliran air," bebernya.

Dia menyebut pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan rutin pada meteran yang berada di rumah pengguna.

Mereka hanya akan memberi tagihan berdasarkan yang tertera pada meteran.

"Kalau meterannya tidak jalan berarti mungkin dari pipa kami yang rusak sehingga akan diperbaiki. Namun kalau meteran normal dan kemudian melonjak bisa saja dari rumah pengguna," sebutnya.

Adapun bila meteran rusak mereka akan mencabutnya dan melakukan pengecekan dan perbaikan.

Ini untuk memastikan kesalahan yang terjadi bila ternyata meteran yang salah menghitung mereka akan mengganti rugi uang pengguna.

"Kami juga sudah menyiapkan tim yang akan bertugas mendeteksi kebocoran atau kerusakan pada aliran air. Jadi mereka akan turun dengan alatnya untuk mencari dimana kebocoran tersebut," ungkapnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #Tagihan Air #Perumda Tirta Pakuan