RADAR BOGOR - Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan blak-blakan mengenai rencana membuat air PDAM bisa langsung diminum.
Hal ini menurutnya sudah mulai dilakukan Perumda Tirta Pakuan namun belum bisa menarik minat masyarakat.
"Saya sudah sampaikan rencana ini ke dewan namun belum percaya begitu. Selain itu, ini juga butuh biaya yang cukup besar sehingga harganya harus dibedakan dengan tagihan biasanya," jelas Dirut Perumda Tirta Pakuan di Podcast Radar Bogor, Kamis (12/12/2024).
Perumda Tirta Pakuan sendiri telah memiliki satu wilayah yang menjadi pilot project progam air minum ini. Wilayah ini diproteksi secara menyeluruh agar airnya tak tercemar apapun sehingga bisa langsung diminum.
Namun warga yang berada di wilayah itu sendiri belum mau untuk merasakan air PDAM yang bisa diminum langsung itu. Pengguna lebih memilih untuk memasaknya terlebih dahulu sebelum meminumnya.
"Ini kemudian membuat kita berfokus dulu pada kebutuhan yang pengguna inginkan. Mereka ingin mengalir air 24 jam, bersih, layanan komplain mudah, dan sebagainya itu yang difokuskan saat ini," ungkapnya.
Namun rencana agar air bisa langsung diminum ini, kata Reno, tetap akan dijalankan secara bertahap. Sebab berdasarkan peraturan pemerintah juga hal ini harus dilakukan oleh setiap PDAM.
"Tapi yang harus kita ingat, untuk menuju ke sana kita harus mempersiapkan kesehatan. Jadi pipa-pipa kita harus food grade agar aman untuk kesehatan," ujarnya.
Saat ini menurutnya pipa air PDAM milik mereka belum sepenuhnya food grade sebab seringkali masih ada bocoran kecil.
Ini membuat butiran pasir atau tanah masih bisa masuk ke dalam pipa air yang mengalir ke rumah warga.
"Saya juga keliling ke Cina dan Singapura mereka juga sebenernya belum sepenuhnya suka dengan air keran. Masih lebih suka air botol untuk diminum," tandasnya.
Perumda Tirta Pakuan akan menyelesaikan terlebih dahulu masalah yang terjadi saat ini, kemudian meningkatkan kualitas air sampai kemudian bisa diminum.
"Kita masih terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan kita. Nanti akan konsisten kemudian rencana ini bisa dilakukan," jelasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin