RADAR BOGOR - Sekilas tak ada yang berbeda dari wajah Coffee Shop Kopi Nako Daur Baur Bogor, ketimbang outlet Kopi Nako lain.
Aristektur dan interior Kopi Nako Daur Baur Bogor ini memadukan konsep industrial dan semi outdoor khas outlet Kopi Nako.
Namun jika dilihat lebih teliti, pengunjung dapat menemukan, bahwa furnitur pada Kopi Nako Daur Baur Bogor ini tidak 100 persen berbahan besi.
Bagian atas kursi dan meja pada Kopi Nako Daur Baur merupakan sebuah papan olahan plastik.
Material ini ternyata dibuat sendiri oleh Kopi Nako Daur Baur dari sampah-sampah gelas plastik yang mereka hasilkan.
Tim Daur Baur Kopi Nako, Yudis Bowo Pratama menerangkan, langkah ini merupakan inovasi dan bentuk tanggung jawab Kopi Nako pada setiap sampah yang dihasilkan dari penjualan produknya.
"Sampah gelas plastik bekas customer kami bersihkan dengan cara dicuci. Setelah itu kami kumpulkan dan setiap harinya kami setor ke Daur Baur Micro Factory yang berada di belakang outlet Kopi Nako Daur Baur yang berlokasi di Kecamatan Bogor Timur," ujar Yudis.
Proses pengolahan dimulai dengan pencacahan sampah gelas plastik itu menggunakan mesin penghancur. Setelah tercacah, mesin itu diwarnai dengan pigmen warna biru, abu-abu, dan hitam sesuai dengan ciri khas warna Kopi Nako Daur Baur.
Cacahan sampah itu lalu dipanaskan hingga melebur dan selanjutnya dibentuk menjadi plank (papan). Bentuk inilah yang kemudian dipotong dan disusun menjadi furnitur yang dibutuhkan.
"Untuk mengolah 1 plank dibutuhkan 12 kilogram sampah gelas plastik atau setara dengan seribu cup plastik. Dari 1 plank kami bisa membuat 2 kursi dan 1 meja. Sementara sisa potongannya kembali diolah menjadi plank baru sehingga tidak ada yang terbuang," jelas dia.
Inovasi ini membuat ratusan hingga ribuan sampah plastik tak lagi mengalir ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencemari lingkungan.
Gerakan keberlanjutan dan komitmen seperti ini disebut Yudis sudah dibangun Kopi Nako sejak tahun 2021 dan 2022 silam.
Saat itu, Kopi Nako mulai mengolah sampahnya menjadi produk yang bermanfaat namun masih bekerja sama dengan entitas lain.
Baru di tahun 2024 akhir, Kopi Nako akhirnya berdiri sendiri mengolah sampahnya lewat Daur Baur Micro Factory. Hingga saat ini ada 4 outlet Kopi Nako yang menerima manfaat atas kehadiran inovasi itu.
Hal ini memang tak bisa berjalan dengan mudah. Sebab, Kopi Nako juga mesti membangun budaya kebiasaan baru pada stafnya dalam menyikapi sampah yang mereka hasilkan.
Namun komitmen itu tetap dijalankan mereka.
Tahun depan, konsep pengolahan sampah ini akan ditularkan Kopi Nako pada Coffee Shop lain.
Sudah ada 5 brand Coffee Shop yang akan bekerja sama menyetorkan sampah mereka ke Daur Baur Micro Factory. Kemudian sampah itu bakal dikembalikan dalam bentuk furnitur.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga