RADAR BOGOR - Meski sudah mulai dioperasikan, dua Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) baru di Jalan Pajajaran Kota Bogor yakni JPO Jambu Dua dan JPO Masjid Raya masih tampak sepi pengguna.
Hal itu lantaran minimnya sosialisasi yang diberikan Pemkot Bogor terkait sudah beroperasinya kedua JPO di Jalan Pajajaran tersebut. Pejalan kaki pun lebih memilih untuk menyebrang di zebra cross yang ada di bawahnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengamini kondisi tersebut. Ia mengakui banyak warga yang menyebrang di zebra cross lantaran belum mengetahui kedua JPO di Jalan Pajajaran ini sudah dioperasikan.
"Sudah dioperasikan karena pekerjaannya sudah selesai dan kerja samanya menunjukkan bahwa pekerjaan itu sudah mesti selesai di Januari 2025," terangnya kepada Radar Bogor.
Untuk memaksimalkan penggunaan dan fungsi 2 JPO ini Marse berinisiatif untuk berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.
Mereka berencana menutup zebra cross dan median jalan di bawah kedua JPO ini agar tidak bisa lagi dilintasi pejalan kaki yang ingin menyebrang. "Semoga awal tahun depan bisa dikerjakan untuk ditutup median jalannya," terang Marse.
Seperti yang diketahui 2 JPO di Jalan Pajajaran tersebut dibangun dengan tujuan memfasilitasi pejalan kaki yang ingin menyebrang sehingga lebih aman dan nyaman.
Dua JPO ini juga diharapkan membuat arus lalu lintas di Jalan Pajajaran lebih lancar karena tak terganggu dengan aktivitas penyebrangan orang. (fat)
Editor : Yosep Awaludin