RADAR BOGOR - Meski Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut akan mulai menggelar program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 ini, tetapi Pemkot Bogor belum mendapat informasi yang jelas mengenai hal tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi menyebut hingga saat ini pihaknya belum juga mendapat petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) mengenai program MBG.
"Biasanya kalau sudah ada tersebar dalam forum Kepala Bappeda. Tapi sampai sekarang belum ada informasi apa-apa terkait dengan perkembangan terakhir setelah tanggal 23 Desember 2024 melakukan diskusi dengan BGN," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Kamis (2/1/2025).
Ia juga menyebut, Pemerintah Kota Bogor belum mendapatkan data yang jelas dan pasti berapa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan berapa siswa yang akan mendapat program MBG pada tahun 2025.
Sejauh ini menurut Rudy terdapat 2 SPPG yang sudah menjalankan uji coba yakni SPPG di Kecamatan Tanah Sareal dan SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani.
Sementara untuk total jumlah pelajar di Kota Bogor, ia menyebut terdapat 227.925 orang mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA. Besaran jumlah ini setifsknya menurut Rudy mesti disokong dengan jumlah SPPG sebanyak 56 unit.
Di kesempatan sebelumnya, Rudy mengakui tidak adabya Juklak dan Juknis membuat Pemkot Bogor masih belum banyak memahami dalam memegang dan mengelola program ini.
Terutama mengenai bagaimana Pemkot Bogor membantu pelaksanaan program itu. Misalnya berkaitan dengan proporsi pembagian tugas dan peran antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah.
"Kami juga menunggu kejelasan kluster sekolah yang akan menerima program makan siang gratis. Apakah semua sekolah disamaratakan atau seperti apa," ucap Rudy.
Ia memandang juklak dan juknis tersebut penting, sebab mata rantai pelaksanaan program makan siang bergizi gratis perlu dipikirkan dan dipersiapkan dari hulu hingga ke hilir.
"Lalu bagaimana untuk produksi. Sebab program ini bukan cuma untuk 1 hari melainkan setiap hari. Selanjutnya distribusi ke ratusan sekolah yang lokasinya bukan hanya di pusat kota namun juga pinggiran kota," lanjut Rudy.(Fat)
Editor : Eka Rahmawati