RADAR BOGOR - Wakil Menteri Transmigrasi Indonesia, Viva Yoga Maulida meminta kader HMI untuk memodernisasi organisasi.
Sebab menurutnya sebagai organisasi mahasiswa, HMI harus memiliki fleksibilitas dalam mengikuti perkembangan zaman.
"HMI merupakan laboratorium untuk kader berproses, belajar, dan kemudian mengakselerasikan nilai-nilai tersebut dalam masyarakat," katanya dalam penutupan Training Raya HMI Cabang Bogor pada, Sabtu (28/12/2024) lalu.
Viva yang juga merupakan alumni HMI menegaskan di HMI, kader dilatih untuk menjadi pemimpin yang berintegritas.
Untuk menjadi kader yang berkualitas, maka tradisi intelektual di HMI harus terus dihidupkan. "Kekuatan kader HMI berada pada bacaan, pikiran, dan gagasan," sebutnya.
Closing Ceremony Training Raya HMI dan Kohati 2024 ini adalah kegiatan pelatihan akbar untuk mencetak kader-kader unggul dan berintegritas dalam menjawab tantangan zaman. Acara ini berlangsung di Balai PK Satpol PP dan Damkar Kemendagri pada 22-28 Desember 2024.
Selain Yoga, peserta juga mendapatkan materi dan pelatihan dari para tokoh nasional lain seperti Hanifah Husein, Betty Epsilon Idroos, Ida Ismail, Lely Pelitasari, Fachmi Idris, dan Ray Rangkuti.
Topik-topik yang dibahas yaitu kepemimpinan, pengarusutamaan gender, keperempuanan, wawasan keislaman, kebangsaan, dan pengembangan kapasitas diri.
Acara ini juga dirangkaikan dengan Soft Launching Badan Usaha Milik Kohati (BUMK) yang menjadi program unggulan Kohati HMI Cabang Bogor 2024-2025.
Ketua Umum HMI Cabang Bogor, Fathan Putra Mardela, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
Ini adalah momen penting sebagai pijakan awal sebagai kader HMI menyadari tanggung jawabnya untuk menjadi pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan zaman
"Rangkaian Training Raya HMI Cabang Bogor telah selesai dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan," jelasnya.
Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bogor, Fauzia Noorchaliza, menyampaikan Training Raya Tingkat Nasional ini tidak hanya tempat belajar tapi juga sebagai tempat silaturahmi kader dari seluruh Indonesia dan terbentuknya keluarga baru yang berproses bersama.
Dia menekankan HMI dan Kohati harus berjalan beriringan dalam menjalankan roda organisasi karena berada dalam satu tubuh organisasi yang sama.
"Saya berharap kita semakin sadar dengan peran kita sebagai calon pembentuk generasi selanjutnya. Ada tanggung jawab besar tidak hanya sebagai individu, tetapi juga untuk membuat perubahan sosial yang lebih besar ke arah yang baik," ungkapnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin