RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor akhirnya memutuskan memilih bus Uncal dan bus sekolah untuk mengisi kekosongan layanan Biskita Transpakuan yang diberhentikan sementara oleh Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menjelaskan bus Uncal dan bus sekolah dipilih, karena memiliki kapasitas yang banyak. Sehingga diharapkan bisa membantu akomodasi masyarakat selama Biskita Transpakuan tidak beroperasi.
Terdapat 6 unit bus yang akan diterjunkan, menggantikan Biskita Transpakuan Kota Bogor. Terdiri dari 3 unit bus Uncal dan 3 unit bus sekolah.
"Kami rencanakan kedua kendaraan ini beroperasi di semua koridor. Untuk koridor 1 sebanyak 2 unit bus, koridor 2 sebanyak 2 unit bus, koridor 5 sebanyak 1 unit bus, dan koridor 6 sebanyak 1 unit bus," jelasnya.
Kendaraan Bus Sekolah dan Bus Uncal ini diprioritaskan untuk para pelajar yang hendak berangkat dan pulang sekolah.
Namun Marse pun menyebut pihaknya tidak menutup kemungkinan membuka layanan ini pada masyarakat umum.
Operasional kendaraan prngisi kekosongan layanan Biskita Transpakuan itu bakal dimulai pada Senin (6/1/2025) tepat saat para pelajar kembali belajar setelah melalui masa liburan.
"Operasionalnya hanya pada waktu tertentu. Pagi jam 06.00-08.00 WIB, siang pukul 12.00-14.00 WIB, dan sore pukul 17.00-19.00 WIB," bebernya.
Dalam sekali perjalanan, Bus Uncal bisa mengangkut sebanyak 25-30 orang penunpang, kemudian untuk bus sekolah sebanyak 30 orang penumpang, dan bus Sekolah jenis Elf bisa mengangkut 15 penumpang.
Marse memastikan seluruh bus dapat dinaiki para penumpang dengan gratis tanpa harus mengeluarkan ongkos sepeser pun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga