RADAR BOGOR - Puluhan pramudi (sopir) Biskita Transpakuan mulai mengembalikan atributnya ke Pool Transpakuan yang berada di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Sabtu (4/1/2025).
Pantauan Radar Bogor menunjukan, para sopir Biskita Transpakuan tampak memenuhi area masuk Pool Transpakuan dengan menenteng tas totebag berisi atribut kerja. Mereka masuk secara bergantian satu per satu ke dalam Pool untuk menyerahkan atributnya.
Area pintu masuk Pool berpagar besi itu dijaga ketat oleh pihak keamanan. Pintu gerbang Pool Biskita Transpakuan Kota Bogor selalu kembali ditutup rapat, setiap kali ada pegawai maupun sopir yang keluar atau masuk Pool.
Salah satu Sopir Biskita Transpakuan, Mawar (bukan nama asli) mengungkapkan pengumuman perintah pengembalian atribut diterima para sopir sejak tanggal 1 Januari 2025, bertepatan dengan penghentian sementara Biskita Transpakuan.
Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa sopir diperintahkan menyerahkan segala atribut yang mereka pakai ketika bekerja.
"Atributnya antara lain seragam, id card dan alat yang dipakai untuk absen di dalam mobil. Semua sopir di 4 koridor diperintahkan begitu. Pengembaliannya mulai hari ini, dan dilanjut hari Senin dan Selasa untuk yang tidak keburu sekarang," bebernya kepada Radar Bogor.
Saat menyerahkan kelengkapan atribut kerja, Mawar menyebut pihak perusahaan mengatakan bakal memberikan sisa pembayaran pada 7 hari kerja ke depan.
Selain itu mereka juga akan mengeluarkan paklaring (surat keterangan yang menyatakan bahwa seseorang pernah bekerja di suatu perusahaan dalam posisi dan jangka waktu tertentu).
Pernyataan itu pun dipandang Mawar sebagai sebuah dilema. Sebab dengan begitu, maka secara tidak langsung menunjukkan bahwa nasib para sopir Biskita Transpakuan menjadi tidak jelas.
"Berarti kalau seperti itu otomatis secara tidak langsung sudah selesai kami. Karena setelah dikasih paklaring berarti sudah beres (tidak bekerja lagi). Kami tidak diberi tahu ke depannya seperti apa apakah akan berjalan lagi atau kami mesti pindah ke tempat lain," tutur dia.
Moda transportasi Biskita Transpakuan diselenggarakan melalui Program Buy The Service (BTS) yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Dalam pelaksanaannya Kemenhub bekerja sama dengan perusahaan swasta sebagai operator program ini. Armada bus dan sopir yang bekerja dalam program ini berada di bawah perusahaan tersebut.
Sejak tanggal 1 Januari 2025 Kemenhub memberhentikan sementara program BTS dengan alasan adanya evaluasi dan trasisi lembaga BPTJ menjadi Direktorat Jendral Integrasi Transportasi Multimoda.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga