RADAR BOGOR - Puluhan pramudi (sopir) Biskita Transpakuan Kota Bogor diperintahkan untuk mengembalikan atribut kerja ke Pool Transpakuan, yang berada di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat pada Sabtu (4/1/2025).
Salah satu sopir Biskita Transpakuan Kota Bogor, Mawar (bukan nama asli) mengatakan, perintah mengembalikan atribut kerja ini menjadi kali pertama terjadi dan diterima oleh para sopir.
"Saya kerja jadi sopir Biskita Transpakuan Kota Bogor dari 2022. Kami dikontrak selama 1 tahun, kemudian diperpanjang lagi selama 1 tahun. Saat perpanjang, kami memasukkan lamaran baru lagi. Tapi tidak pernah diperintahkan mengembalikan atribut kerja, baru kali ini," ungkapnya.
Bahkan saat operasional Biskita Transpakuan sempat dihentikan beberapa waktu lalu, para sopir tidak diperintahkan mengembalikan seragam.
Mawar mengatakan, kontrak kerja terakhir yang dijalin para sopir dengan perusahaan yakni dalam jangka waktu 1 Januari 2024-31 Desember 2024.
"Sudah sempat diminta lamaran baru namun 1 minggu dari sana malah stop operasional," terang Mawar.
Saat menyerahkan kelengkapan atribut kerja, Mawar menyebut pihak perusahaan mengatakan bakal memberikan sisa pembayaran pada 7 hari kerja ke depan.
Selain itu mereka juga akan mengeluarkan paklaring (surat keterangan yang menyatakan bahwa seseorang pernah bekerja di suatu perusahaan dalam posisi dan jangka waktu tertentu).
Pernyataan itu pun dipandang Mawar sebagai sebuah dilema. Sebab dengan begitu, maka secara tidak langsung menunjukkan bahwa nasib para sopir Biskita Transpakuan menjadi tidak jelas.
"Berarti kalau seperti itu otomatis secara tidak langsung sudah selesai kami. Karena setelah dikasih paklaring berarti sudah beres (tidak bekerja lagi). Kami tidak diberi tahu ke depannya seperti apa apakah akan berjalan lagi atau kami mesti pindah ke tempat lain," tutur dia.
Mawar berharap para sopir bisa kembali bekerja dan Biskita Transpakuan beroperasi lagi. Sebab masyarakat telah terbiasa dan merawa nyaman dengan moda transportasi ini. Mereka bahkan sangat kecewa saat mengetahui operasional Biskita Transpakuan dihentikan sementara waktu.
Ia sangat merasa keberatan apabila Biskita Transpajuan tidaak kembali beroperasi dan para sopir tak lagi bekerja.
"Saat ini kami masih dilema. Bingung ke depan akan diperpanjang atau gimana karena tidak ada informasi. Kalau cari kerja di tempat lain kami khawatir di tebgah jalan kami dipanggil lagi. Tapi kalau kami menunggu kabar juga tidak jelas sampai kapan," keluh Mawar.
Moda transportasi Biskita Transpakuan diselenggarakan melalui Program Buy The Service (BTS) yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Dalam pelaksanaannya Kemenhub bekerja sama dengan perusahaan swasta sebagai operator program ini. Armada bus dan sopir yang bekerja dalam program ini berada di bawah perusahaan tersebut.
Sejak tanggal 1 Januari 2025 Kemenhub memberhentikan sementara program BTS dengan alasan adanya evaluasi dan trasisi lembaga BPTJ menjadi Direktorat Jendral Integrasi Transportasi Multimoda.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga