RADAR BOGOR - Soto Ayam Kampung jadi menu pembuka tahun 2025 di Jumat Barokah Masjid Al Muslimun, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor.
Pada Jumat Barokah, para jamaah Masjid Al Muslimun Kota Bogor disajikan daging ayam kampung yang disebut lebih gurih dibanding ayam potong biasa.
Setidaknya itu yang disampaikan, Sekjen DKM Masjid Al Muslimun Bogpr Yudi Juna. Sajian ini mereka berikan agar bisa menjadi santapan yang enak dan lezat bagi jamaah, di Jumat Barokah.
Rasa nikmat yang diberikan diharapkan jadi berkah untuk kelangsungan program ini. "Menu terbaik ini supaya Jumat Barokah berkah dan tetap eksis ke depannya," katanya, Jumat (3/1/2025).
Program Jumat Barokah Masjid Al-Muslimin kini terus berjalan. Berdiri sejak empat tahun silam, program ini konsisten memberikan makan gratis untuk jamaah.
Menu yang diberikan berganti-ganti setiap minggunya. Mereka menjalankan program ini lewat donasi yang diberikan jamah.
Pembagian makan gratis ini biasanya dilakukan saat makan siang atau usai sholat Jumat. Jamaah akan berjejer rapi mengantri mendapatkan makanan yang sudah dihidangkan di piring.
Yudi mengatakan rata-rata pengurus dan juru masak merupakan lansia. Mereka rata-rata berumur 65 tahun ke atas.
"Jadi, bisa disebut dari kakek-kakek lah. Ini kita harapkan ke depan itu ada regenerasi," ujarnya.
Dia tak ingin program ini berhenti sebab dengan usia mereka yang lansia, tak selamanya program ini bisa dijalankan.
Mereka ingin generasi muda menggantinya untuk melanjutkan semangat program.
"Artinya, yang kakek-kakek ini menjadi pendamping, yang muda-muda ini harusnya tampil untuk melanjutkan keberlangsungan Jumat Barokah," ungkapnya.
Apalagi mereka sudah merasakan program ini terseok-seok akibat banyaknya program lain yang juga berjalan bersamaan. Dana yang hendak digunakan sering dialihkan untuk kegiatan lain.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jumat Barokah untuk tetap bertahan ke depannya," bebernya.
Keberadaan Jumat Barokah ini sendiri diklaim sudah cukup baik. Sebab mereka benar-benar menyasar orang yang membutuhkan bantuan khususnya yang menjadi jamaah masjid.
Jamaah yang mendapatkan makan gratis mayoritas adalah jamaah yang datang untuk sholat. Namun mereka sendiri berencana untuk memperluas jangkauan.
Tak hanya untuk jamaah yang datang ke masjid. Namun juga musafir atau orang dalam perjalanan jauh, sopir angkot, ojol, dan pedagang keliling di sekitar masjid.
"Itu yang perlu kita sasar sebetulnya. Namun karena keterbatasan dana, akhirnya kita prioritaskan yang ke masjid dulu. Artinya jamaah masjid al-Muslimun yang sangat membutuhkan, itu yang kami prioritaskan," jelasnya.
Walau menemui banyak tantangan, mereka tetap mencoba tetap berdiri. Yudi juga berharap dukungan dan donasi masyarakat khususnya warga sekitar tak pernah putus.
Termasuk regenerasi pengurus muda yang mereka inginkan terjadi dalam waktu dekat. Ini dinilai perlu untuk menjaga keberlangsungan program Jumat Barokah.
"Kami minta dukungan dari para jamaah, supaya sama-sama kita memikirkan keberlangsungannya Jumat Barokah," ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga