RADAR BOGOR - Walau operasional Biskita Transpakuan Kota Bogor baru berhenti 5 hari, namun warga sudah kelimpungan.
Selain karena jumlah bus pengganti terbatas, kapasitas penumpang juga tak sebanyak Biskita Transpakuan Kota Bogor. Hal ini diungkapkan seorang warga, Maulana yang menilai aktivitas warga, khususnya pelajar sangat terbantu dengan adanya Biskita.
"Jadi kan enggak perlu naik angkot yang bisa dua kali. Karena kalau naik Biskita Transpakuan Kota Bogor kan bisa langsung satu kali saja," katanya di hari pertama operasional bus pengganti, Senin (6/1/2025).
Menurutnya, adanya bus pengganti memang membantu namun lebih lambat dibandingkan Biskita. Selain itu waktu operasional yang tidak setiap jam juga menjadi kendala.
Bus pengganti hanya beroperasi pada pagi, siang, dan sore hari atau enam jam operasional dengan dua jam setiap sesinya. Maulana pun berharap Biskita Bogor segera dioperasikan kembali.
"Mendingan ganti Biskita lagi supaya aman, lancar, dan enak," sebutnya.
Sejumlah siswa-siswa dari SMPN 3 Bogor juga menyuarakan hal serupa. Menurut mereka, bila Biskita Transpakuan berhenti, mereka jadi pusing mencari kendaraan pengganti lain untuk ke sekolah.
"Bus pengganti lebih lama nunggunya. Maunya sama kayak dulu, Biskita setiap beberapa menit ada lagi bisnya," kata Aditya salah satu siswa.
Dia berharap Biskita bisa dioperasikan kembali. Mereka ingin menggunakan transportasi umum tanpa harus menunggu lama.
"Harapannya semoga Biskita cepet-cepet selesai masalahnya deh. Biar kita bisa naik lagi dan gak lama nunggunya," jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga