RADAR BOGOR-Erwin nampak cekatan. Memilah durian di teras rumahnya. Tangan yang satu memegang tangkai, tangan satu lagi memegang pisau sembari menepuk-nepuk ke durian yang ia pegang.
Erwin merupakan salah satu petani juga pedagang durian di Kampung Kebon Geh, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Saat musim panen seperti saat ini, hampir setiap hari ia melayani para pecinta durian yang datang. Baik dari Bogor maupun luar Bogor. "Iya, ini lagi di pilih, ada yang pesan," kata Erwin kepada Radar Bogor Kamis (9/1/2025).
Kampung Kebon Teh ini dikenal dengan kampung durian. Kampung ini tenar dengan durian lokalnya yang bernama Duren Cengal (durian cengal).
Durian cengal ini dikenal dari mulut ke mulut para pecinta durian. Mereka tak pernah mempromosikan durian yang mereka jual.
Para pecinta durian datang sendiri ke sana. "Dari mulut ke mulut saja, pada datang ke sini," tuturnya.
Erwin memaparkan, durian cengal dikenal memiliki beragam rasa. Ada tiga julukan atau nama bagi durian cengal di sana.
Untuk harga sendiri mulai dari Rp70 ribu per butir. "Jadi di sini ada si madu, si epok dan tape bandung. Jadi banyak varian," paparnya.
Namun, kata dia, pembeli yang datang ke sana untuk saat ini untung-untungan. Bukan soal rasa, namun soal stok duriannya. Mengingat saat ini bukan masa panen raya durian.
"Jadi kadang ada yang datang gak kebagian karena habis, buahnya terbatas, buka. Panen raya soalnya," tuturnya.
Sementara itu Rizal, salah satu konsumen mengaku rel datang jauh-jauh dari Kota Bogor ke kediaman Erik. Iapun ikut proses pengambilan durian di kebun untuk durian yang akan dibawanya pulang.
"Di sini durianya punya rasa yang khas, sesuai selera. Ada yang manis banget, tapi kalau gak suka terlalu manis juga ada," katanya kepada Radar Bogor. (all)
Editor : Yosep Awaludin