RADAR BOGOR - Sejumlah alumni SMKN 2 Kota Bogor mengaku tidak langsung mendapatkan ijazah mereka ketika lulus, atau adanya praktik penahanan ijazah, akibat belum melunasi biaya administrasi.
Dugaan penahanan ijazah di SMKN 2 Kota Bogor pun ramai, setelah sejumlah alumni ramai-ramai mengambilnya hari ini, Senin (13/1/2025).
Salah satu alumni SMKN 2 Kota Bogor yang menerima dugaan praktik penahanan ijazah, yaitu D.
Ia merupakan alumni SMKN 2 Kota Bogor tahun 2024, jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
“Sekitar November 2024 kemarin saya ke sekolah, buat minta Foto Copy (Fc) ijazah, untuk lamar kerja tapi ga dikasih gara-gara ada pembayaran yang belum selesai,” tuturnya.
D mengaku, untuk bisa mendapatkan ijazah, saat itu dia diminta melunasi semua pembayaran yang belum selesai semasa dirinya masih mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
“Mau ambil FC ijazah katanya diminta nyicil pembayaran dulu biar sekalian sama ijazah aslinya,” ucap D pada Radar Bogor, Senin (13/1/2024).
Dia tidak sendiri, pada Senin (13/1/2024) tampak sejumlah alumni SMKN 2 Kota Bogor juga mendatangi sekolah tersebut, untuk meminta kepastian ijazah yang belum diterima oleh mereka.
Seperti yang dilakukan oleh A, yang merupakan alumni SMKN 2 Kota Bogor angkatan 2023, jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
Menariknya, A justru beralasan sejak lulus, dirinya memang belum sempat ke sekolah untuk mengambil ijazah, karena sudah lebih dulu pesimis dukomem tersebut tidak bisa diterimanya.
“Iya karena mungkin sudah skeptis duluan yah, prosedur pengambilan ijazahnya akan ribet, tapi setelah baca-baca medsos akhirnya saya memberanikan diri datang kesini,” ucapnya di SMKN 2 Kota Bogor.
Sementara itu, pihak SMKN 2 Kota Bogor, langsung membantah soal dugaan adanya penahanan ijazah yang dilakukan.
Bantahan tersebut diutarakan langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 2 Kota Bogor, Rendi Gustiriyandi saat ditemui Radar Bogor.
“Tidak mungkin kami menahan ijazah siswa, kami tau aturan yang berlaku, apalagi cuma sekedar Fc ijazah pasti kami berikan, saya harap yang mau ambil ijazah langsung saja ke sekolah,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga