Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pungli dan Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Kota Bogor Masih Banyak, Satpol PP Bersiap Nyapu

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 15 Januari 2025 | 18:38 WIB
Alun-alun Kota Bogor dipenuhi pedagang.
Alun-alun Kota Bogor dipenuhi pedagang.

RADAR BOGOR - Kondisi Alun-Alun Kota Bogor masih terlihat kumuh dan semrawut. Keberadaan night market belum mampu membendung keberadaan Pedagang Kaki Lima, yang tidak berada di depan maupun area belakang alun-alun. Belum lagi ada laporan pungutan liar (pungli).

Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach mengakui, masih banyak pedagang kaki lima dan laporan pungli di Alun-alun Kota Bogor.

Mereka sendiri hanya bisa melakukan penertiban kecil-kecilan setiap harinya, guna mencegah terjadinya kekumuhan pedagang kaki lima dan pungli di area Alun-alun Kota Bogor.

"Kita mengakui itu (memang masih berantakan). Sekarang sudah ada pengelola, saya sudah rapatkan juga nanti akan ada perbaikan dilapangan,” katanya.

“Sementara kita melakukan penertiban kecil saja di area alun-alun sambil menunggu kebijakan final dari pemkot nantinya pedagang akan bagaimana,” sambungnya, Rabu (15/1/2025).

Menurutnya sudah ada konsep penataan terbaru untuk pedagang. Hal itu juga sudah dibahas bersama Sekretariat Daerah (Sekda) dan Pejabat Walikota Hery Antasari.

Rencananya konsep yang akan diterapkan yaitu pedagang akan dikejar dan diseragamkan tendanya. Dia harap konsep itu akan membantu pedagang tertata lebih baik lagi.

“Sampai sekarang kita masih melalukan penertiban. Sehari itu satu sampai dua kali, supaya ga terlalu membeludak,” jelas dia.

Tak hanya soal pedagang, pungli liar juga bermunculan dengan menyasar para pedagang. Soalnini, ini, Agus menyebut karena banyak pedagang bandel tetap berjualan sehingga oknum-oknum melakukan pungli terhadap mereka.

“Saya dapet laporan ada pungli disana, maka dari itu saya selalu bilang kalau tidak mau di pungli jangan berjualan diarea yang dilarang, sama saja itu membuka peluang untuk orang-orang melakukan pungli ke mereka,” sebutnya.

Dirinya menyesalkan bila terjadi hal demikian, mereka kemudian melapor ke Satpol-PP. Padahal sejak awal sudah melanggar aturan berjualan.

“Nanti ketika ada yang melakukan pungli ke mereka mau itu preman atau siapapun mereka teriak-teriak kami di pungli pak. Padahal dengan sadar mereka melanggar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor, Beni Sitepu, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi Alun-Alun. Menurutnya ramainya pedagang mengurangi keindahan alun-alun yang telah menghabiskan anggaran besar untuk pembangunannya.

“PKL yang menumpuk dan tidak tertata di belakang alun-alun benar-benar menciptakan kesemrawutan. Padahal, alun-alun ini seharusnya menjadi wajah kota yang indah dan nyaman untuk masyarakat,” ujar Beni Sitepu.

Beni juga mengkritik kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang dinilainya kurang tanggap dalam menegakkan peraturan daerah. Satpol-PP menurutnya tak bisa acuh melihat kondisi alun-alun seperti itu

“Mereka seharusnya memiliki wewenang untuk menertibkan, tapi apa yang terjadi? Apakah mereka terlibat dalam kesemrawutan ini? Hanya Tuhan yang tahu,” bebernya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#pungli #pedagang kaki lima #Alun-alun Kota Bogor