RADAR BOGOR - Ampera salah satu rumah makan legendaris di Kota Bogor yang menyajikan makanan khas Sunda kini tutup.
Restoran yang terletak di Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor ini tak lagi melayani pembeli, tempatnya pun telah terpajang tanda disewakan.
Tutupnya restoran ini cukup mengagetkan padahal restoran ini memiliki nama besar tetapi tak mampu bertahan di tengah gempuran restoran baru.
Pengamat Ekonomi Towaf Totok Irawan menilai ada beberapa faktor Ampera bisa tumbang.
Faktor pertama yaitu munculnya banyak pesaing yang kurang direspons secara proaktif oleh pengelola Rumah Makan (RM) Ampera.
Strategi franchise selama ini tidak mendapatkan kontrol secara baik dan ketat, sehingga menyebabkan respons negatif dari konsumen maupun pelanggan di media sosial.
"Cara ini efektif untuk memberikan review negatif sehingga dimanfaatkan pesaing untuk menyerang dan merebut konsumen dan pelanggan RM Ampera," katanya kepada Radar Bogor, Kamis (16/1/2025).
Faktor kedua kualitas produk yang kurang diperhatikan. Konsumen saat ini tidak saja sekadar mengejar rasa, tetapi juga kualitas pangan yang berkaitan dengan kesehatan. Cara memasak yang kurang sehat membuat konsumen akan meninggalkan restoran tersebut.
"Ketiga yaitu konsumen saat ini sangat sensitif terhadap harga. Apalagi di tengah runtuhnya daya beli kelas menengah. Jika harga dinaikkan atau tidak menyesuaikan kondisi pasar, pasti akan ditinggal konsumen," jelasnya.
Lebih jauh, tahun 2025 ini menurutnya pertumbuhan F&B akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Produk F&B akan terus berkembang seiring perkembangan gaya hidup konsumen.
Sehingga kafe maupun restoran baru ataupun lama mesti mulai berinovasi dan berkreasi. Konsumen menjadi prioritas dengan mengikuti kemauan dan keinginan mereka.
"Gaya hidup konsumen saat ini terhadap produk F&B adalah sangat lekat dengan teknologi, kesehatan, lingkungan, kreativitas dan inovatif," jelasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati