RADAR BOGOR - Jenazah Septian, satpam yang meninggal dunia usai diduga menjadi korban pembunuhan anak majikan di Lawang Gintung Kota Bogor telah dimakamkan.
Pemakaman dilakukan di kampung halaman istrinya Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2025) pagi.
Prosesi pemakaman ini dibagikan oleh anak sulungnya, Dita di Instagram pribadinya @xexoxe_ee.
Ia mengunggah stories prosesi pemakaman Septian dengan keterangan foto mengantarkan bapaknya ke tempat peristirahatan terakhir.
"Maafin semua kesalahan mama, teteh, dede yang pernah nyakitin hati bapak. Pulang dengan tenang yah pak, tenang di surganya Allah ya pak," tulisnya.
Dita mengaku sudah ikhlas dengan kepergian ayahnya tetapi tidak dengan kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh anak majikan tempat korban bekerja.
"Mama kita sudah kehilangan kebahagiaan kita selama ini mah," sambungnya di stories berikutnya.
Fakta lain juga diungkap Dita. Menurutnya pada Kamis sehari sebelum kejadian Septian memberi kabar ke istrinya kalau sedang sakit. Septian mengaku sedang demam sehingga oleh istrinya diminta membeli obat.
"Setelah itu malamnya dibunuh. Ya Allah mungkin pertanda ya karena badan sudah tidak enak. Kita gak bisa ngebayangin segimana sakitnya Pak waktu kejadian," ungkapnya.
Lebih jauh, dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendoakan almarhum Septian. Termasuk kepada masyarakat yang telah membantu mengawal kasus pembunuhan ini.
"Maaf tidak bisa balas semua ucapan belasungkawa. Tapi saya sangat sangat berterima kasih karna banyak yang mendoakan masih banyak orang-orang baik juga di dunia ini masyaallah. Itu sudah cukup membuat kami senang, terharu dan lebih ikhlas menghadapi musibah ini. Terima kasih semuanya," jelasnya.
Septian meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Tiga orang anak merupakan anak sambung, sedangkan satu yang bungsu merupakan anak kandungnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati