RADAR BOGOR - Kisah seorang kuli bangunan tinggal di Bondongan Bogor tidak dibayar setelah dua minggu bekerja di Cibinong diduga karena mandor kabur viral di media sosial.
Pria berusia 70 tahun itu menangis tersedu. Sambil memegang sepiring nasi ia menceritakan apa yang dialaminya saat di Warung Nasi Baru atau bayar seribu di kawasan Suryakencana, Kota Bogor.
Kisah pria bernama Hermawan itu viral di media sosial usai diunggah di akun Instagram Partners In Goodness atau PING. Hingga Minggu (19/1/2025) sore, video bahkan telah ditonton 2,8 juta kali dan mendapat lebih dari 12 ribu komentar warganet.
Pada video tersebut, Pak Hermawan awalnya hendak membeli nasi seharga Rp1.000. Namun tiba-tiba ia minta nasi di piringnya itu dibungkus demi anak istrinya yang tengah menahan lapar di rumah.
"Buat anak saya aja ini," ucap Hermawan di video yang diunggah di Instagram @partners_in_goodness
Seorang wanita dari Warung Nasi Baru lalu mempersilakan Pak Hermawan makan dan nanti untuk sang anak akan dibungkuskan.
Dengan memakai topi dan tas yang digendongnya, Hermawan meneteskan air mata. Ia lalu menceritakan apa yang dialaminya.
"Saya kerja tadi mau bayaran gak dibayar kabur mandornya Mba. Dua minggu saya gak dibayar," kata Pak Hermawan yang mengaku belum makan itu.
"Rumah saya jauh, saya kan jalan. Punya uang cuma segini (seribu). Saya nungguin kirain bayaran, gak bayaran udah dua minggu," ungkap Pak Hermawan sambil mengusap air mata.
Pak Hermawan tersedu, seakan dadanya sesak menahan kepedihan yang dialaminya. Niat hati bekerja sebagai kuli bangunan di Cibinong, tetapi ia justru tak mendapat bayaran.
Dengan hati kecewa, Hermawan pulang jalan kaki karena uangnya tidak cukup untuk ongkos dari Cibinong ke rumahnya di Bondongan, Kota Bogor. Hingga akhirnya tiba di Warung Nasi Baru di kawasan Suryakencana, Kota Bogor.
Video kisah Pak Hermawan, kuli bangunan yang tidak dibayar karena mandor kabur hingga menahan lapar itu pun viral di media sosial dan menuai reaksi warganet.
Sebagian besar warganet ikut terharu dan merasakan kesedihan yang dialami Hermawan. Di sisi lain banyak yang menyangkan sikap mandor yang diduga membawa uang sang kuli bangunan.
"Orang udah susah masih dizalimin ya Allah. Semoga Allah menaikkan derajat bapak berkah ya Pak," tulis komentar salah satu warganet.
"Ya Allah lihat bapak nangis aku pun ikut nangis. Semoga Allah dengan perantara ping mengangkat derajat Bapak dan keluarga. Semoga setelah ini bapak punya usaha, lancar rejekinya, sehat-sehat bapak," kata warganet lainnya.
"Bapaaak yaallah inshaAllah diganti Allah berkalikali lipat ya pak rezeki nya," timpal warganet lainya.
Tak Punya Rumah, Tinggal di Bekas Gudang Tahu di Bondongan
Dalam keterangan video di Instagram Partners In Goodness (PING) diungkapkan bahwa bukan hanya makan yang menjadi beban pikiran Pak Hermawan.
"Pak Hermawan dan keluarga saat ini juga sedang kesusahan tempat tinggal. Beliau dan keluarga terusir dari kontrakannya karena belum membayar beberapa bulan sehingga pakaian dan perabotannya ditahan di kontrakan lamanya," tulis keterangan PING.
Saat ini keluarga Pak Hermawan tinggal di sebuah bangunan bekas gudang tahu di kawasan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Di sisi lain, PING membuka donasi bagi yang ingin menyalurkan bantuan untuk Pak Hermawan dan keluarganya.
"Marilah teman-teman PING kita bantu Pak Hermawan, agar beliau dan keluarga bisa keluar dari kesulitan yang saat ini sedang membelit," tulis PING.
Editor : Eka Rahmawati