RADAR BOGOR - Kuli bangunan diketahui bernama Hermawan (70) yang tinggal di Bondongan, Kota Bogor viral di media sosial. Kuli bangunan yang tidak dibayar karena diduga mandor kabur dan kisah pilu hidupnya menyedot perhatian.
Sebuah video memperlihatkan sosok Hermawan menceritakan kisahnya beredar di media sosial. Sebagaimana diunggah di akun Instagram Partners In Goodness atau PING.
Hingga Minggu (19/1/2025) malam, video tentang kisah Pak Hermawan telah ditonton 6,2 juta dan mendapat lebih dari 22 ribu komentar warganet. Sebagian besar warganet terharu dengan apa yang dialami oleh Pak Hermawan dan turut mendoakannya.
Sebelumnya, kisah kuli bangunan di Bogor tidak dibayar setelah dua minggu bekerja di Cibinong diduga karena mandor kabur viral di media sosial.
Sosok kuli bangunan itu belakangan diketahui bernama Hermawan berusia 70 tahun. Di video yang beredar, Hermawan tampak menangis.
Sambil memegang sepiring nasi ia mengungkapkan apa yang dialaminya saat di Warung Nasi Baru atau bayar seribu di kawasan Suryakencana, Kota Bogor.
Hermawan awalnya hendak membeli nasi seharga Rp1.000 di warung nasi khusus mereka yang membutuhkan.
Namun tiba-tiba Hermawan meminta agar makanan di piringnya itu dibungkus untuk keluarganya di rumah.
"Buat anak saya aja," kata Hermawan di video yang diunggah di Instagram @partners_in_goodness
Pihak Warung Nasi Baru mempersilakan Hermawan makan dan nanti akan dibawakan makanan untuk anaknya di rumah.
Hermawan lalu menangis mengisahkan apa yang dialaminya. Ia mengaku bekerja sebagai kuli bangunan di Cibinong, Kabupaten Bogor. Namun saat akan meminta haknya, ia justru tidak dibayar dan diduga sang mandor kabur.
Ia tak bisa membawa pulang uang untuk keluarganya sehingga rela berjalan kaki dari Cibinong ke Kota Bogor dengan sisa uang Rp1000 di kantongnya sampai akhirnya tiba di Warung Nasi Baru di Suryakencana, Kota Bogor.
Pada keterangan video di Instagram Partners In Goodness (PING) terungkap bukan hanya makan yang menjadi beban pikiran Hermawan.
Hermawan dan keluarga saat ini juga kesusahan soal tempat tinggal. Ia dan keluarga terusir dari kontrakan karena belum membayar beberapa bulan sehingga pakaian dan perabotannya ditahan di kontrakan lamanya.
Keluarga Hermawan kini harus menempati bangunan bekas gudang tahu di kawasan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
PING pun kemudian membuka donasi bagi yang ingin menyalurkan bantuan untuk Pak Hermawan dan keluarganya.
Editor : Eka Rahmawati