RADAR BOGOR - Layanan Ojek Whatsapp (Ojekwa) Bogor, tampil berbeda dibanding layanan ojek online besar lain yang sudah ada lebih dulu sebelumnya.
Pengemudi-pengemudi ojek pada layanan Ojekwa Bogor, bukan didominasi laki-laki seperti pada perusahaan ojek online biasanya, melainkan seluruhnya merupakan seorang perempuan.
Founder Ojekwa Bogor, Heni Pitrianti menuturkan, layanan itu didirikannya karena acap mendapat keluhan dari para pengemudi ojek online wanita yang merasa kesulitan dalam menghadapi persoalan ekonomi.
Pendapatan yang dihasilkan mereka dari mengojek di perusahaan ojek online, tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlalu besarnya potongan ongkos, membuat pendapatan mereka semakin ke sini semakin berkurang.
"Karena kami sering sharing di Komuniyas Majelis Talim Perempuan Ojol Bersatu akhirnya terpikir untuk membangun sebuah wadah yang bisa membuat ekonomi kami lebih membaik. Akhirnya kami membuat Ojekwa untuk menambah penghasilan," tutur Heni.
Ojekwa yang dikelola oleh Heni sebagai admin akan menghimpun pesanan ojek yang datang dari pelanggan. Selanjutnya pesanan itu akan disampaikan oleh Heni kepada pengemudi ojek yang sedang bersedia.
Tak seperti layanan ojek online lain, penumpang yang diperbolehkan untuk memesan layanan ini hanya penumpang perempuan dan anak sekolah saja.
Untuk mendapatkan penumpang, Ojekwa banyak menjajaki kerja sama dengan sekolah. Mereka menawarkan jasa antar jemput kepada para orang tua wali murid.
"Dengan skema ini, para pengemudi ojek wanita yang didominasi merupakan orang tua tunggal bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak. Mereka akhirnya bukan cuma mendapatkan uang untuk makan namun juga membayar uang sewa kontrakan," beber Heni.
Karena seluruh pengemudinya merupakan seorang perempuan, Heni menyebut layanan Ojekwa akhirnya banyak diminati oleh orang tua maupun pekerja wanita.
Mereka mengaku merasa lebih nyaman dan tidak risih karena pengemudinya juga seorang perempuan.
"Dalam memberikan layanan kami memang mengedepankan rasa nyaman. Selain itu kami juga komunikatif karena senantiasa memberikan kabar kepada orang tua apabila yang diantar itu pelajar. Kami sampaikan bahwa anaknya sudah sampai atau kami berikan alasan kalau anaknya telat pulang," terang Heni.
Saat ini Ojekwa sudah melayani berbagai wilayah di Jabodetabek dengan jumlah pengemudi yang terdaftar hingga 2200 orang. Di Kota Bogor saat ini sudah ada sekira 100 pengemudi ojek perempuan yang tergabung dalam Layanan Ojekwa.
"Untuk masyarakat yang ingin mrnggunakan layanan ini bisa menghubungi nomor 089608736861. Dengan tarif Rp10 ribu saja per 3 Kilometer (Km)," jelas dia.
Ke depan Heni berniat mengembangkan layanan ini lebih besar menjadi sebuah aplikasi. Sehingga pelayanan ini bisa dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga