RADAR BOGOR - Tradisi Cap Go Meh biasa dirayakan juga di Bogor.
Ternyata ada berbagai mitos hingga harapan dari Cap Go Meh ini.
Ya, mitos hujan sebelum Cap Go Meh dipercaya bisa memberikan berkah dan rezeki bagi masyarakat.
Hal tersebut masih dipercaya oleh masyarakat Tionghoa penganut Kong Hu Chu.
Namun, ada pula yang beranggapan, mitos tersebut dianut pada zaman kuno, saat sebagian penduduk Tionghoa berprofesi petani, saat turunnya hujan mereka menyambutnya dengan penuh suka cita.
Karena, hujan yang sering turun otomatis akan membuat tanaman yang ditanam subur dan cepat tanam, karena belum ada irigasi perairan sawah, masih mengandalkan tadah hujan.
Saat merayakan Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa biasanya buat makanan yang mempunyai arti keselamatan, kemakmuran hingga kebahagiaan.
Selain itu, hidangan makanan itu dianggap disukai leluhur.
Aneka kue sebagai hidangan dibuat manis dari pada biasanya dengan harapan di kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis.
Masyarakat Tionghoa yang merantau biasanya pulang ke rumah untuk berkumpul dengan keluarganya ketika Cap Go Meh tiba dan mereka kemudian pergi ke Klenteng untuk beribadah dan memohon doa agar mendapatkan rezeki dan keselamatan di tahun baru ini.
Selain itu, dalam menyambut Cap Go Meh biasanya warga Tionghoa juga menggelar acara kirab dengan diramaikan penampilan barongsai dan liong.
Ya, semuanya telah jadi bagian tradisi budaya dari perayaan hari besar masyarakat Tionghoa tersebut.
Pertunjukkan barongsai serta liong jadi simbol ritual yang diyakini sebagai penolak bala hingga pembawa rezeki.
Tradisi barongsai dan liong dipercaya sebagai ritual membersihkan lingkungan, terutama energi negatif.
Turunnya liong dan barongsai diharapkan bisa memberi perlindungan maupun berkah serta keselamatan untuk semua.
Mitos hujan sebelum Cap Go Meh dipercaya dapat memberikan berkah dan rezeki bagi masyarakat, hal ini masih dipercaya oleh masyarakat Tionghoa penganut Kong Hu Chu.
Dan segala jenis makanan yang tersedia memiliki arti kemakmuran, keselamatan, kebahagiaan, dan seluruh hidangan yang tersedia merupakan kesukaan leluhur.
Hidangan makanan dibuat manis dari pada biasanya merupakan pengharapan kalau tahun yang akan datang menjadi lebih manis. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti