RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor terpilih, Dedie Rachim meminta Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mempertimbangkan keputusannya mencabut subsidi untuk Program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan pada 2025.
Ia mendorong agar Kemenhub memberikan Kota Bogor kesempatan, sebelum nantinya akan mengelola program BTS Biskita Transpakuan ini secara mandiri pada 2026 mendatang.
Terdapat beberapa faktor pertimbangan yang menjadi penekanan Dedie Rachim kepada Kemenhub untuk tetap memberikan subsidi pada Biskita Transpakuan.
Selain, berpengaruh terhadap program pembenahan sistem transportasi di wilayah Kota Bogor. Ia menilai selama ini Pemkot Bogor juga sudah berkontribusi atas penyerahan aset Terminal Baranangsiang ke Kemenhub pada 2019 lalu.
"Selain itu, Kota Bogor juga memiliki keistimewaan tersendiri, selain memiliki Istana dan Kebun Raya, sekaligus Kota tempat Presiden Prabowo menerima tamu negara asing," ucap Dedie.
Menurutnya, hal ini menjadi kontribusi dari Kota Bogor kepada Pemerintah Pusat. Oleh karena itu subsidi pada Program BTS Biskita Transpakuan menjadi hal yang penting.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai subsidi Biskita Transpakuan di Kota Bogor dari APBN masih sangat dibutuhkan.
"Subsidi ini dapat memastikan rencana penataan transportasi publik, sebagai salah satu komitmen Pemerintah Pusat membangun standar layanan di kawasan aglomerasi Jabodetabek," ujarnya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin