Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melihat Persiapan Tempek Kedung Halang Tampil di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025: Pembuatan Ogoh-ogoh Butuh Waktu Sebulan

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 Januari 2025 | 21:46 WIB

 

Proses pembuatan ogoh-ogoh yang bakal ditampilkan di CGM oleh Tempek Kedung Halang.
Proses pembuatan ogoh-ogoh yang bakal ditampilkan di CGM oleh Tempek Kedung Halang.

RADAR BOGOR - Tempek Kedung Halang menjadi salah satu penampil di Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2025. Mereka bakal menampilkan seni ogoh-ogoh khas Bali yang diarak sepanjang Jalan Suryakencana.

Musik alat tradisional Bali seakan mengiringi tangan kekar personel polisi muda saat mengerjakan ogoh-ogoh. Mereka tampak lihai menempel koran dan mengukir tanah liat di badan serta kaki ogoh-ogoh.

Pura Bhumi Natha Sakti di Kompleks Resimen Pelopor 1 Kedung Halang Bogor menjadi saksi mereka mengerjakan ogoh-ogoh. Dua bagian pura dimanfaatkan untuk dua jenis persiapan.

Bagian utama pura mereka gunakan untuk berlatih memainkan alat musik. Sedangkan bagian samping pura digunakan untuk merakit ogoh-ogoh yang akan ditampilkan.

Wakil Ketua Tempek Kedung Halang, Iptu I Nyoman Sudiarta bercerita ogoh-ogoh yang bakal ditampilkan bertema "Wong Samar". Patung ogoh-ogoh ini dibuat dari rupa makhluk astral yang tak kasat oleh mata manusia.

"Kita mengambil tokoh atau makhluk yang astral atau di luar kehidupan kita," katanya, Kamis (23/1/2025).

Pembuatan ogoh-ogoh ini bukanlah perkara mudah. Mereka memulai pengerjaan sejak 10 Januari 2025 lalu dimulai dengan menggambar sketsa dari ogoh-ogoh.

Patung terdiri dari rangka besi dilapisi bambu ditutup lakban, koran, dan tanah liat dibeberapa sisi. Ogoh-ogoh kemudian akan dipakaikan pakaian dari kain yang sudah disiapkan. Semua pengerjaan ini dilakukan oleh mereka sendiri.

Setiap hari, sehabis apel pagi para anggota Tempek yang mayoritas berusia muda langsung datang untuk melanjutkan kerjaannya. Setidaknya butuh waktu 1 bulan sampai di hari mereka tampil untuk mengerjakan ogoh-ogoh.

"Termasuk juga latihan pengiring yaitu tabuh ini atau gong, musiknya kalau dalam bahasa Indonesia. Kita juga mempersiapkan kostum, kostum nanti untuk pelaksanaan daripada pawai CGM itu," ungkapnya.

Pinandita Pura Bhumi Natha Sakti, AKP I Wayan Gunawan menuturkan ogoh-ogoh sejak lama merupakan kesenian tradisional Bali. Seni pertunjukan berupa patung raksasa.

"Biasanya patung-patung yang serem. Kira-kira begitu yang nanti akan ditampilkan di sana," ujarnya.

Pada saat ditampilkan ogoh-ogoh akan dipikul dan dilakukan secara bergantian. Wayan menyebut ada 120 personel yang akan bergantian membahu ogoh-ogoh ini.

"Nanti akan ada musik pengiring, ada yang menggotongnya saat penampilannya itu karena banyak memerlukan tenaga," ujarnya.

Keduanya memastikan akan tampil maksimal di BSF CGM 12 Februari nanti. Mereka ingin konsisten memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat Kota Bogor dan wisatawan.

"Mari kita dukung bersama-sama supaya kegiatan ini berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Jangan lupa datang, saksikan, supaya anak kita, keluarga kita tahu budaya yang ada di Indonesia ini," kata mereka kompak. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#Kedung Halang #bogor street festival #ogoh ogoh #Cap Go Meh 2025 #tempek