Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejarah Wihara Buddhasena Kota Bogor, Berawal dari Perkumpulan Para Ibu yang Sembahyang Bersama

Fikri Rahmat Utama • Senin, 27 Januari 2025 | 21:54 WIB
Aktivitas peribadatan di Wihara Buddhasena Kota Bogor.
Aktivitas peribadatan di Wihara Buddhasena Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Wihara Buddhasena di Jalan Batu Tulis No. 6 menjadi tempat sejarah umat Buddha di Kota Bogor. Tempat ini menjadi salah satu saksi bisu perkembangan agama Buddha di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Ketua Wihara Buddhasena tahun 2020-2024, Mauw Hendry Wijaya menjelaskan, sejarah wihara di Kota Bogor ini, dimulai sejak pembangunannya di 1960an, yang masih di rumah milik seorang wanita bernama Oey Som Nio yang akrab disapa Tante Som.

Sejarah terbangunnya Wihara Buddhasena Kota Bogor, berawal dari teman Tante Som sering datang ke rumahnya untuk berbagi kisah dan sembahyang bersama.

"Ide penamaan Wihara Buddhasena muncul dari Tante Som yang berarti Tentara Buddha. Arti ini tak hanya sebagai tentara namun juga sebagai pelayan Buddha yang senantiasa membawa dan menularkan pandangan kebenaran untuk meraih kebahagiaan," ungkapnya.

Pembangunan Wihara Buddhasena rampung beberapa tahun kemudian setelah diterpa berbagai kendala keuangan dan teknis. Walau rampung di tahun 1964an namun peresmian dilakukan beberapa tahun setelahnya akibat berbagai gejolak politik.

Gaya arsitektur wihara ini menggabungkan elemen tradisional Tionghoa dengan sentuhan lokal. Selain sebagai tempat ibadah, Wihara Buddhasena juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengajaran ajaran Buddha.

"Gedung lama Wihara dirasakan mulai tidak memadai untuk menampung umat yang semakin bertambah, akhirnya diputuskan merenovasi total bangunan gedung lama. Proses renovasi selesai tahun 2008 sehingga Wihara memiliki bangunan baru yg sampai sekarang berdiri," jelasnya.

Saat ini kebaktian secara rutin dilakukan di Wihara Buddhasena. Setiap minggunya banyak umat Buddha dari Bogor maupun luar Bogor yang datang untuk mengikuti pelajaran Dhamma dan mendengarkan ceramah para bhikkhu.

Jadwal kebaktian dimulai dengan anak-anak atau sekolah Minggu pukul 09.00, kebaktian muda-mudi jam 09.00, dan kebaktian umum jam 10.00 dan 16.00.

"Untuk acara besar agama Buddha digabungkan menjadi 1 kebaktian. Setiap tanggal 1 dan 15 Imlek juga ada pelafalan Liam Keng," bebernya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #Wihara Buddhasena #sejarah