RADAR BOGOR - Inspektorat Kota Bogor terus mewanti-wanti kepada para penyelenggara satuan pendidikan untuk tidak melakukan praktik pungutan liar alias pungli di lingkungan sekolah.
Salah satu upaya yang dilakukan Inspektorat Kota Bogor untuk mengantisipasi praktik Pungli di lingkungan sekolah, yakni dengan membuat wadah pelaporan yang bisa diakses secara online maupun offline.
Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Jimmy Hutapea menjelaskan untuk pelaporan pungli secara online maka masyarakat bisa langsung mengakses laman website resmi Inspektorat Kota Bogor.
“Jadi di website itu kami sediakan rubrik khusus untuk masyarakat melakukan pelaporan terkait dengan adanya pelanggaran disiplin termasuk soal Pungli di sekolah,” jelasnya.
Jimmy menuturkan bahwa biasanya pelaporan yang dilayangkan oleh masyarakat berkaitan dengan biaya perpisahan sekolah yang terlalu besar, kemudian biaya outing class, dan terakhir biaya ekstrakulikuler.
“Dua tahun lalu kami menerima sebanyak 20 laporan berkaitan dengan hal itu, tapi untuk tahun 2024 sampai sekarang kami belum menerima laporan,” tutur Jimmy pada Radar Bogor, Kamis (30/1/2025).
Meski begitu, Jimmy memberikan garansi, jika dalam waktu dekat ada masyarakat yang melakukan pelaporan dugaan pungli di sekolah maka Inspektorat Kota Bogor pasti langsung mengeksekusi laporan tersebut.
Dengan catatan laporan tersebut harus diiringi dengan bukti yang kuat. Jika hal itu sudah terpenuhi maka Jimmy menegaskan Pihaknya akan langsung mendatangi sekolah yang diduga melakukan Pungli.
“Dan jika terbukti ada oknum yang melakukan pungli, maka akan kami berikan rekomendasi sanksi hukuman, paling berat yang pernah kami berikan yaitu penurunan jabatan,” tegas Jimmy.
Ia bersyukur sebab saat ini di Kota Bogor memiliki banyak elemen masyarakat yang fokus terhadap permasalah pungli di sekolah. Hal ini terbukti dengan adanya pesan broadcast yang saat ini tengah beredar.
“Meski itu bukan pesan resmi dari kami, tapi kami sangat mengapresiasi, itu artinya ada masyarakat di luar inspektorat yang memang memberikan atensi khusus terhadap persoalan-persolan pendidikan,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Eka Rahmawati