Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meski Bahaya, Anak-anak dan Remaja Kota Bogor Malah Tunggu Bus Telolet di Pintu Tol BORR

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 2 Februari 2025 | 18:06 WIB
Anak-anak yang berkumpul di depan Bukit Cimanggu City menunggu bus telolet.
Anak-anak yang berkumpul di depan Bukit Cimanggu City menunggu bus telolet.

RADAR BOGOR - Fenomena bus telolet belum usai menjangkiti anak-anak dan remaja di Kota Bogor.

Sejumlah anak-anak di Kota Bogor, masih saja menunggu bus telolet, demi mendengarkan bunyi klakson unik, di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), depan Bukit Cimanggu City, Tanah Sareal.

Seperti Minggu (2/2) pagi, anak-anak sudah berkerumun di jalan keluar Kompleks Perumahan Bukit Cimanggu City Kota Bogor, menunggu bus telolet.

Mereka ramai-ramai nongkrong di pinggir jalan sembari menunggui bus lewat. 

Sebagian besar anak membekali diri dengan smartphone. Tentu saja untuk mengabadikan momen bus yang membunyikan beraneka irama klaksonnya.

Keramaian di pinggir jalan itu juga tampaknya dijadikan kesempatan bagi beberapa remaja untuk meraup cuan. Beberapa remaja berkeliling menawarkan stiker dan poster bergambarkan Bus-bus Telolet.

Tak hanya anak-anak, sejumlah orang tua pun terlihat membaur di antara keramaian pagi itu.

Beberapa dari mereka duduk di atas motor sembari mata tak lepas mengawasi anak-anaknya. Ada pula ibu-ibu yang duduk di pinggir jalan menunggui anaknya.

Menurut salah seorang satpam, Supriyandi, keramaian itu sudah menjadi pemandangan rutin yang dijumpainya setiap Minggu pagi. Anak-anak berkumpul sejak subuh. Baru bubar sekira pukul 08.30 WIB.

Mereka datang dari berbagai kawasan di Kota Bogor. Sebagian besar merupakan anak-anak di sekitar Kecamata Tanah Sareal.

"Malah dulu ada yang datang rombongan pakai angkot. Biasanya ngumpul di sini sampai busnya lewat semua atau datang petugas bubarkan mereka," ungkap Supriyandi.

Anak-anak itu akan mengambil posisi di pinggir jalan. Ada pula yang duduk dan berdiri di atas median jalan yang membatasi jalur masuk Tol BORR.

Parahnya lagi, beberapa anak bisa mengambil kesempatan duduk di tembok pinggiran jalan tol. 

Larangan bergerombol di pinggir jalan, apalagi depan pintu masuk Tol BORR itu, sudah berkali-kali disampaikan petugas kepolisian maupun Dishub Kota Bogor.

Bahkan, kejar-kejaran dengan petugas tak pernah membuat mereka kapok. Jumlah mereka justru semakin membeludak setiap minggunya.

Supriyandi mengungkapkan, para orang tua juga sudah mulai ikut bergabung dalam momen berburu Telolet di pinggir jalan itu. 

Meski hanya menunggui anak-anaknya, keriuhan tersebut tak jarang membuat kendaraan sedikit mesti memelankan lajunya, khususnya dari dalam Perumahan Bukit Cimanggu City. 

"Barangkali dengan ada orang tua (yang menunggui anaknya) begitu juga, akhirnya segan untuk dibubarkan," imbuhnya.

Salah satu orang tua, Supri (55) mengantarkan cucunya yang berumur lima tahun. Ia mengatakan, tidak setiap minggu datang mencari hiburan ke kawasan itu.

Hanya saja, setiap kali cucunya bangun subuh, cucunya akan meminta diantarkan menyaksikan Bus-bus Telolet melintas di Jalan Sholis.

"Kalau gak dituruti, kadang nangis. Makanya kita antarkan saja ke sini sambil dijagain. Asalkan dia tidak masuk-masuk ke tengah jalan," tuturnya.

Keramaian pagi itu juga dimanfaatkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL). Lantaran anak-anak bakal jajan di tengah-tengah waktu menunggui telolet.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #anak-anak #Bus Telolet