Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Musim Hujan, Disperumkim Pastikan Tak Ada Lagi Pohon Rawan di Sepanjang Jalan Utama Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 5 Februari 2025 | 20:32 WIB
Penanganan pohon tumbang di Kota Bogor
Penanganan pohon tumbang di Kota Bogor

RADAR BOGOR - Rawan pohon tumbang di Kota Bogor saat musim hujan saat ini, menjadi perhatian Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

Namun mencegah adanya pohon tumbang, Kepala Disperumkim Kota Bogor Rr. Juniarti Estiningsih memastikan, terus melakukan mitigasi dan pemeliharaan pohon di Kota Bogor secara rutin.

"Antisipasi pohon tumbang, kami memiliki empat tim yang tersebar di enam kecamatan untuk melakukan pemangkasan dan perapihan pohon setiap hari. Idealnya, satu kecamatan memiliki satu tim, atau untuk wilayah dengan pohon lebih banyak seperti Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Selatan, bisa ditambah menjadi dua tim. Namun, kami tetap menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia," kata Kepala Disperumkim Kota Bogor Rr. Juniarti Estiningsih.

Ia menjelaskan, pihaknya berharap jumlah tim bisa ditingkatkan menjadi enam agar dapat menjangkau lebih banyak titik yang membutuhkan penanganan. Apalagi kondisi alam Kota Bogor yang sering hujan dan berangin tetap menjadi tantangan tersendiri.

"Oleh karena itu, kami mengimbau agar pengecekan rutin tetap dilakukan, terutama oleh para petugas yang menangani perawatan pohon," jelasnya.

Mitigasi pohon sendiri menurutnya tak hanya dilakukan saat musim hujan. Namun juga di musim peralihan, terutama dari kemarau ke musim hujan, karena pohon lebih rentan patah.

"Beberapa titik prioritas sudah kami tangani, seperti di kawasan Pajajaran yang memiliki banyak pohon besar dan rentan patah," ujarnya.

Namun untuk kondisi pohon saat musim hujan, ia mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan. Sebab walau terkadang pohon terlihat masih kokoh tetap ada kemungkinan cabangnya patah.

"Kami juga meminta warga untuk tidak memaku pohon, karena paku yang masuk ke dalam jaringan pohon bisa menyebabkan pembusukan dan merusak kesehatannya," tegasnya.

Menurutnya, pohon yang sering dipaku, misalnya untuk memasang spanduk atau reklame, bisa mengalami kerusakan serius pada bagian kambium yang berfungsi sebagai jaringan pertumbuhan. Mereka sendiri sedang mengupayakan alat sensor untuk mengecek kesehatan pohon dari dalam.

"Jika ditemukan pohon yang sudah rusak parah di bagian kambiumnya, maka akan diberikan status pengawasan ketat," katanya.

Di sepanjang jalan protokol, pohon yang masuk kategori berbahaya langsung ditangani. Dia memastikan di jalan-jalan utama, tidak ada lagi pohon dengan status 'merah'.

"Jika ditemukan, kami segera melakukan tindakan karena risikonya tinggi bagi pengguna jalan," pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #Disperumkim #pohon tumbang