RADAR BOGOR – Hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Bogor beberapa hari terakhir menyebabkan pohon tumbang di area Makam Belanda, Kebun Raya Bogor (KRB).
Pohon yang tumbang menimpa beberapa nisan dan bangku taman di area Makam Belanda tersebut.
Vice President PT Mitra Natura Raya (MNR), Andreas F. Kindangen, menjelaskan mereka telah melakukan penanganan terhadap insiden pohon tumbang di Makam Belanda ini.
Hasil mitigasi lapangan menunjukkan pohon tumbang terjadi akibat cuaca ekstrem pada Selasa (21/1/2025).
"Sebelumnya, sejak awal Januari, curah hujan di Kota Bogor sangat tinggi, membuat tanah di sekitar akar pohon menjadi lunak. Saat angin kencang terjadi, pohon itu roboh ke arah timur dan menimpa bangunan makam serta bangku taman," katanya.
Hasil pemeriksaan ditemukan enam makam Belanda dan dua bangku taman mengalami kerusakan.
Andreas menuturkan pihaknya langsung merespons kejadian ini dengan langkah-langkah yang sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Sebagai upaya penanganan, tim Hortikultura, Facility Management, dan Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN juga meninjau lokasi, mendokumentasikan kerusakan, serta memasang police line di sekitar area pohon tumbang untuk mencegah pengunjung mendekat.
"Perapihan pohon tumbang telah berlangsung sejak 22 Januari dan masih berlanjut. Kami memotong tajuk pohon yang menimpa bangku taman, pembersihan dahan di jalan, pemotongan cabang utama yang merusak makam, serta pengangkutan dan pembersihan puing-puing," jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, MNR melakukan pengecekan lanjutan terhadap pohon-pohon di area Makam Belanda serta pemangkasan pohon yang berisiko tumbang.
Mereka juga segera menangani bangunan makam yang rusak agar tidak semakin parah, mengingat area ini merupakan situs cagar budaya yang harus dijaga.
"Selain itu, pengawasan terhadap area lain yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem juga akan ditingkatkan," bebernya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin