RADAR BOGOR - Pangkas rambut Pelangi di kawasan Jembatan Merah merupakan salah satu tempat legendaris berdiri di bangunan tua di Kota Bogor.
Kisah pangkas rambut Pelangi yang lokasi tepatnya di Jalan Mayor Oking, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor merupakan salah satu tempat yang menyimpan sejarah.
Kondisi pangkas rambut Pelangi salah satunya diunggah di TikTok @maria.oldiest dan viral di media sosial. Seperti dilihat Radar Bogor sampai Senin (10/2/2025) video telah ditonton 622 ribu kali.
Pada video tampak kondisi bangunan tua sejak zaman kolonial berdiri di kawasan Jembatan Merah. Tak hanya bangunannya, furniture di pangkas rambut tersebut juga jadul.
Di setiap sudut bangunan suasananya terasa jadul. Bahkan seorang bapak yang mangkas rambut di tempat ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
"Bangunan ini sudah ada sejak zaman kolonialisme," kata Maria Sembiring sang konten kreator di videonya.
Di foto tersebut, tampak foto owner yang sebelumnya tempat itu merupakan toko foto kodak dan praktik dokter gigi.
Berada di bangunan pangkas rambut Pelangi seolah dibawa ke suasana masa lampau dan di gedung Belanda tua ini merasakan nostalgia ke masa lalu.
"Di belakang terdapat furniture milik owner yang dijadikan rumah tinggal, tetapi bangunan kokoh tersebut tampak seperti tidak terawat lagi," ungkap Maria.
Namun terdapat tulisan bangunan dijual di pangkas rambut yang masih diminati masyarakat tersebut. Banyak pelanggan yang masih berdatangan dan mendapat jasa cukur rambut di tempat lawas tersebut.
Harga pangkas rambut di Pelangi sangat terjangkau. Khusus dewasa dibanderol Rp20 ribu sedangkan anak-anak Rp15 ribu.
Unggahan video itu menyedot perhatian warganet. Sebagian netizen kagum dengan kondisi bangunan tua yang masih berdiri. Di sisi lain banyak pula yang sedih seandainya tempat legendaris tersebut benar-benar hilang nantinya.
"Aku orang Bogor dan sangat tertarik sama nih bangunan kalo lagi lewat, ternyata dalemnya jadul banget ya unik pas kakak ke masuk ke dalam, ikut sedih pas liat dijual," tulis komentar salah satu warganet.
"Mau cukur dimana lagi gue toko pangkas langganan dah ilang kalau ini ilang juga gimana," kata warganet lainnya.
Editor : Eka Rahmawati