RADAR BOGOR - Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Bogor kembali berupaya memperjuangkan gelar pahlawan untuk tokoh KH Sholeh Iskandar.
Upaya ini dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama elemen Pemerintah, akademisi, masyarakat, dan keluarga tokoh pejuang KH Sholeh Iskandar pada Senin (10/2/2025).
Pengurus TP2GD Kota Bogor, Ginanjar membeberkan hasil rapat tersebut di antaranya TP2GD Kota Bogor akan melakukan berbagai upaya pendekatan politis maupun secara riil kepada Presiden RI terkait gelar pahlawan untuk KH Sholeh Iskandar.
Ini dilakukan agar tokoh calon pahlawan nasional yang telah diusulkan oleh TP2GD Kota Bogor sejak 2023 segera mendapat persetujuan dari Presiden RI sebagai Pahlawan Nasional. Terlebih segala kelengkapan administrasi sudah terpenuhi.
"Dalam rapat ini kami juga disarankan untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di setiap kecamatan, termasuk ditiap Polres dan Polsek di wilayah Bogor," imbuh Ginanjar.
Pada rapat ini, TP2GD juga disarankan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk menggelar bedah buku tentang biografi KH Sholeh Iskandar untuk menginspirasi keteladanan sosok pejuang asal Kota Bogor.
Mereka juga akan menanamkan pemahaman sejarah para tokoh Bogor kepada generasi muda melalui pembelajaran muatan lokal di seluruh sekolah mulai tingkat SD hingga SMA. Sehingga para siswa mengenal dan meneladani jiwa patriot para pejuang Kota Bogor.
"Di samping itu, berdasarkan pertimbangan dan kajian Pengurus TP2GD tokoh Letjen. Purn. TNI Ibrahim Adji dan Letjen. Purn. TNI Mashudi dapat diusulkan sebagai calon pahlawan nasional tahun depan," beber Ginanjar.
Rektor UIKA, Prof. Endin Mujahidin, dalam pemaparannya menekankan pentingnya sinergitas dalam membentuk karakter patriotik.
Menurutnya, terdapat empat elemen utama dalam membangun jiwa patriotisme, yaitu pendidikan, media, pemerintah, dan keluarga.
"Pendidikan menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini, sedangkan media berperan dalam menyebarluaskan informasi yang positif dan menangkal hoax," ujar dia.
Kemudian, pemerintah memiliki tugas menciptakan kebijakan yang mendukung nilai patriotisme. Sementara keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter kebangsaan.
Pengamat Sosial Politik dan Kebijakan, Dr. Afendi Arsyad, menyoroti sosok KH Sholeh Iskandar sebagai figur pejuang asal Bogor yang layak mendapatkan pengakuan lebih luas.
"Selain aktif dalam perjuangan militer mengusir penjajah, KH. Sholeh Iskandar juga dikenal sebagai ulama besar yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya," tekan dia. (fat)
Editor : Yosep Awaludin