Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melihat Lebih Dekat Tim Kesenian Asal Taiwan di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 12 Februari 2025 | 22:49 WIB
Patung sakral (jolie) Dewi Lautan atau Ma Zu dihadirkan dalam Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025, Rabu (12/2/2025)
Patung sakral (jolie) Dewi Lautan atau Ma Zu dihadirkan dalam Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025, Rabu (12/2/2025)

RADAR BOGOR - Patung sakral (jolie) Dewi Lautan atau Ma Zu diarak di sepanjang Jalan Suryakencana hingga Siliwangi pada Bogor Street Festival Cap Go Meh, Rabu (12/2/2025). 

Ma Zu menyusuri jalan dengan kawalan para penari dan Ba Jia Jiang atau penjaga para dewa-dewi menurut kepercayaan Tionghoa.

Gerak langkah para penari wanita asal Taiwan menyapa masyarakat Bogor. Lambaian tangan serempak cukup menyegarkan mata.

Sebelum berjalan lebih jauh, mereka singgah sejenak di depan panggung utama. Mereka menampilkan tarian tangan yang indah dengan balutan busana warna kuning menyala.

Penari wanita yang berpakaian tradisional Tionghoa berjejer ke belakang dan bergantian menggerakkan tangan ke berbagai arah. Bila dilihat dari depan penari yang paling depan seakan memiliki tangan lebih dari dua.

Setelah itu, Ba Jia Jiang menyusul para penari. Berbeda dengan penari yang semuanya perempuan, Ba Jia Jiang merupakan laki-laki yang menyimbolkan gagah dan perkasa sebagai penjaga.

Mereka memakai riasan wajah warna putih dengan berbagai motif dan pakaian tradisional. Lambaian tangan pelan semakin mendukung peran.

Mitosnya bila para penjaga dewa-dewi ini melewati seseorang yang terkena ilmu jahat dan sebagainya bisa membuat ilmu jahat itu luntur. Itu juga yang menjadikan mereka sebagai penjaga yang membersihkan jalam Dewi Ma Zu.

Jolie Dewi Mazu muncul setelah mereka lewat, diarak menggunakan tandu. Para pengarak juga ikut menggerakkan badan mengikuti irama musik.

Gemerlap lampu putih yang berada di atas tandu dikelilingi pengarak yang menggunakan baju kuning seakan begitu padu. Mereka menyatu menjadi cahaya terang yang melewati barisan sesak masyarakat.

Jolie Dewi Ma Zu ini baru pertamakali dihadirkan di BSF CGM 2025. Jika tahun-tahun sebelumnya joli yang diarak berasal dari Vihara di Bogor dan wilayah sekitarnya saja, Ma Zu dihadirkan langsung dari Taiwan.

Ketua BSF CGM 2025, Arifin Himawan menjelaskan joli Dewi Lautan diterbangkan langsung ke Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

"Ini menjadi pertama kalinya dewi itu keluar dari Taiwan dan wilayah yang pertama akan di sambangi adalah Kota Bogor," ujar Arifin Himawan kepada Radar Bogor.

Pria yang disapa Ahim itu menuturkan Joli Dewi Lautan di zaman dahulu selaly dibawa oleh orang-orang China saat merantau dan mengarungi laut.

Dewi ini diletakkan di depan perahu dengan harapan memberikan ke selamatan pada perahu itu hingga sampai ke tujuan.

Joli Dewi Lautan ini diarak pada Helaran BSF CGM di hadapan puluhan ribu orang di sepanjang Jalan Suryakencana hingga Siliwangi. Joli ini dibawa oleh tim dari Taiwan yang berjumlah 100 orang.

"Dalam beberapa tahun terakhir Taiwan memang sudah berkontribusi dalam seni budaya di BSF CGM. Mereka menghadirkan 'Ondel-ondel'-nya Taiwan. Dan secara proses ritual, katanya Dewi ini berkeinginan datang menjadi tamu di Kota Bogor (tahun ini)," ungkapnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor street festival #cap go meh