Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tenang, Harga Sembako di Kota Bogor Stabil, Pemkot Jamin Ketersediaan Aman Jelang Ramadhan

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 13 Februari 2025 | 21:14 WIB
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinKopUKMDagin), Firdaus di podcast Radar Bogor.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinKopUKMDagin), Firdaus di podcast Radar Bogor.

RADAR BOGOR – Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota Bogor memastikan stok sembako aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinKopUKMDagin), Firdaus, menjelaskan, telah melakukan langkah antisipasi bulan Ramadhan sejak jauh hari.

Kata dia untuk Kota Bogor, stok sembako seperti beras, gula, tepung, minyak goreng, hingga telur masih berlimpah, terutama untuk bulan Ramadhan.

"Kami belum menerima keluhan terkait kelangkaan barang dari masyarakat," katanya di Podcast Radar Bogor, Rabu (12/2/2024).

Firdaus mengakui adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kebutuhan seperti telur, gula, dan minyak goreng memang banyak diminati, terutama oleh pelaku usaha kecil yang memproduksi makanan selama Ramadhan.

"Namun, harga-harga tersebut masih dalam batas yang dapat dijangkau masyarakat," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan potensi kelangkaan barang, Firdaus menegaskan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pemasok dan pengecer besar di Kota Bogor.

Jangan sampai ada penimbunan barang yang menyebabkan kelangkaan.

Baca Juga: Cegah Anemia Untuk Ibu dan Anak, Begini yang Dilakukan Ikatan Bidan Indonesia di Bogor

"Selain itu, kami terus memonitor distribusi, terutama untuk komoditas utama seperti beras dan minyak goreng," ujarnya.

Firdaus juga mengingatkan fluktuasi harga tidak dapat sepenuhnya dihindari karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti cuaca, transportasi, dan kegagalan panen.

Misalnya, cabai dan bawang yang harganya sering naik karena permintaan tinggi dan pasokan lambat.

"Namun, kami akan terus menjaga agar situasi tetap terkendali," sebutnya.

Ketua Tim Barang Kebutuhan Pokok Kota Bogor, Bayu Fitra Fahreza, menjelaskan pihaknya memprioritaskan pemantauan di dua pasar utama yaitu Pasar Kebon Kembang dan Pasar Baru Bogor. Kedua pasar tersebut merupakan acuan harga secara nasional.

"Komoditas yang kami pantau sesuai Perpres No. 71 Tahun 2015 meliputi 11 barang pokok, seperti beras, bawang merah, cabai, minyak goreng, gula pasir, hingga daging dan ikan segar," ujarnya.

Saat ini, beberapa harga yang menunjukkan peningkatan adalah bawang putih, cabai, dan minyak goreng.

Namun mereka tetap memantau agar masyarakat Kota Bogor dapat menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

"Saat ini mayoritas masyarakat masih berbelanja di pasar tradisional untuk kebutuhan pokok, meskipun pasar modern tetap menjadi alternatif," ungkapnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #sembako #ramadhan