RADAR BOGOR - Kasus penyakit dan serangan jantung kian marak terjadi kalangan usia muda. Fenomena itu kini sering menjangkit masyarakat di usia 25-35 tahun.
Fenomena serangan jantung di usaia muda ini pun menjadi sorotan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultas Kardiovaskuler RSUD Kota Bogor, dr Bambang Agustian.
Ia mengatakan, fenomena serangan jantung pada kalangan muda ini terjadi akibat kebiasaan masyarakat menjalani gaya hidup yang tidak sehat.
Misalnya dengan banyak mengonsumsi gula, jarang memeriksakan kondisu kesehatan, mengalami obesitas, dan malas berolahraga.
Akhirnya seluruh faktor itu mendorong adanya penyumbatan pada pembuluh darah dan menimbulkan penyakit-penyakit jantung.
Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga agar terhindar dari segala kemungkinan tersebut.
"Olahraga itu merupakan lini utama pengobatan metabolisme. Manfaatnya untuk memperbaiki fungsi jantung dan pembuluh darah, serta menurunkan berat badan dan angka kolesterol," jelas dia.
Dalam upaya menjaga kesehatan, Bambang menyarankan masyarakat untuk rutin melakoni olahraga yang intensitasnya rendah.
Misalnya berjalan kaki, jogging ringan, dan hiking ringan. Aktivitas itu disarankan Bambang dilakukan selama 150-300 menit per pekan atau 30 menit per hari.
Di samping itu, Bambang juga mengajak masyarakat untuk menjalani plahraha angkat beban selama 2 kali per pakan.
Ini bertujuan untuk memperbaiki dan manjaga fungsi otot agar tidak terjadi penurunan di usia tua.
"Tapi kalau untuk lansia, intensitas olahraganya nya bisa lebih dikurangi yakni 3 kali per pekan saja sudah cukup," ungkap dia.
Ia tidak menyarankan masyarakat yang baru akan menjalani olahraga untuk langsung olahraga yang bersifat kompetitif. Seperti sepak bola, badminton, dan tennis.
Sebab hal itu justru bisa berbahaya karena memicu sumbatan mendadak dan adanya gangguan irama jantung hingga menyebabkan serangan jantung.
Terlebih bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun. Bambang lebih mendorong agar mereka statifikasi atau melihat resiko diri terlebih dahulu.
"Apakah ada resiko penyakit jantung seperti obesitas, darah tinggi, hipertensi, dan lainnya. Jika ada lebih baik konsultasi dulu ke dokter agar dicarikan olahraga gang tepat," ucapnya.
Untuk waktu olahraganya, Bambang mengatakan setiap waktu memiliki keunggulan dan manfaatnya masing-masing.
Olahraga di pagi hari bermanfaat untuk mengurangi berat badan karena saat itu belum ada kalori yang masuk.
Sementara di sore dan malam hari lebih bermanfaat unthk olahraga angkat beban. Karena saat itu tubub sudah lebih banyak menerima energi dari asuoan makanan di pagi dan siang harinya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin