RADAR BOGOR - Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat turut menyoroti aksi perampokan yang dialami Sekolah Luar Biasa atau SLB Negeri 1 Kota Bogor.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) KCD Wilayah II Jabar, Chendra Siswandi menyayangkan adanya aksi perampokna di SLB Negeri 1 tersebut. Ia menilai hal itu semestinya tidak terjadi di dunia pendidikan.
Dirinya pun sangat berharap pada pihak kepolisian untuk segera melacak dan menangkap komplotan perampok SLB Negeri 1.
"Semoga bisa segera diketahui lokasinya dan bisa segera diamankan," ucapnya kepada Radar Bogor.
Akibat kejadian ini, pihak sekolah kehilangan aset berupa 6 laptop, CPU, hingga Digital Video Recorder (DVR).
Selain karena menyebabkan kerugian materiil, aksi perampokan ini juga membuat dua penjaga sekolah, F dan J menjadi korban.
Mereka mengalami penganiayaan berupa pemukulan. Kedua korban mengaku dipukul sembali disekap dan ditutup kedua matanya. Salah satu korban bahkan mengalami pembacokan di bagian kaki.
"Sudah kami bawa ke klinik. Alhamdulillah sudah membaik. Namun mereka masih mengalami shock dan trauma akibat perilaku tersebut," beber Chendra.
KCD pun sudah memanggil pihak SLB Negeri 1 untuk mengumpulkan dokumen-dokumen keperluan pelaporan ke Pemerintah Provinsi Jabar.
Chendra mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. dan selalu menerapkan SOP pengamanan.
"Sekolah ini sudah menerapkan SOP, namun memang lokasi mereka tidak memadai. Bagian belakangnya blong sehingga mudah diakses para pelaku," ucap Chendra. (fat)
Editor : Yosep Awaludin