Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Mediasi, Orang Tua Pelaku Pemukulan di Tournamen SDH Basketball Sambangi Rumah Korban, Ini yang Dibahas

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 23 Februari 2025 | 13:53 WIB
Suasana saat berlangsungnya mediasi pasca kasus pemukulan di lapangan basket yang viral di media sosial.
Suasana saat berlangsungnya mediasi pasca kasus pemukulan di lapangan basket yang viral di media sosial.

RADAR BOGOR - Pasca mediasi, orang tua pelaku pemukulan di Tournamen SDH Basketball 2025 menyambangi rumah korban, pada, Sabtu (22/2/2025) kemarin.

Informasi pertemuan itu dibenarkan oleh ayah korban dari aksi pemukulan atlet basket di Tournamen SDH Basketball 2025, Alfath Tauhid.

Alfath Tauhid menjelaskan bahwa pertemuan itu membahas soal rekomendasi sanksi kepada pelaku pemukulan yang pada saat mediasi kemarin sempat ditolak oleh pihaknya.

"Kemarin mereka bawa berkas salinan sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah, salah satu pointnya penambahan durasi skorsing, dalam surat itu tercantum selama 12 hari," ungkap Alfath saat dikonfirmasi Radar Bogor.

Namun Alfath mengaku, di dalam pertemuan itu, pihaknya kembali meminta tambahan durasi waktu skorsing kepada pelaku, sebab menurutnya 12 hari tidak memberikan efek jera apapun.

Setelah berbincang panjang antara kedua belah pihak, Alfath menerangkan bahwa pihaknya menyarankan kepada sekolah untuk menskorsing pelaku selama 30 hari.

Dan selama 30 hari itu Alfath meminta kepada sekolah untuk juga memberikan program pembinaan karakter kepada pelaku, sehingga tidak dibiarkan begitu saja.

"Ibu korban yang juga hadir sempat keberatan, cuma kata dia lagi-lagi dia akan menerima konsekuensi apapun, dan pihak sekolah menyetujui cuma itu baru omongan saja, berkas skorsing tambahan belum kami terima lagi," terang Alfath.

Alfath menerangkan ada beberapa pertimbangan untuk memberikan sanksi yang sesuai, salah satunya pelaku saat ini sudah kelas 9 dan akan mengikuti beberapa rangkaian ujian.

Sehingga dia juga tidak menginginkan ada sanksi drop out dari sekolah, agar pelaku juga tetap bisa menyelesaikan pendidikan formalnya.

"Terlebih ibu pelaku bilang setelah lulus anaknya akan ditunda dulu setahun untuk lanjut ke SMA, karena dia khawatir anaknya di bully oleh teman sekolahnya," tutur Alfath, Senin (23/2/2025).

Alfath berharap pristiwa pemukulan ini dapat menjadi pembelajaran oleh semua pihak, bahwa prilaku bullying akan juga berdampak berat kepada pelakunya, bahkan pelaku bisa menjadi korban juga. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#pemukulan #bogor #SDH Basketball Cup